tanahdatar

Nilai Budaya yang Harus Dilestarikan di Balairung Sari Nagari Tabek


Batusangkar-integritasmedia.com-MEMBICARAKAN destinasi wisata di bumi Luhak Nan Tuo tidak akan pernah habis-habisnya, Nagari Pariangan yang diakui sebagai kampung asal orang Minangkabau, kini telah pula dinobatkan menjadi desa terindah di dunia.

Terlepas dari semua itu, Balairung Sari kini telah pula menjadi aset wisata yang tak kalah menariknya yang dimiliki daerah tersebut.

Sejarah Balairung sari tidak bisa dilepaskan dengan Nagari Pariangan, karena arsitek dari bangunan yang sebagiannya terbuat dari kayu dan atap ijuk itu ialah Datuak Tantejo Gurhano berasal dari Nagari Pariangan.

Balairung Sari dibangun pada 450 tahun yang lalu, dibangun dan dipergunakan  sebagai tempat musyawarah adat.

Disamping Balairung Sari terdapat juga Medan Nan Bapaneh (tempat bersenda gurau masa dulunya) dan bukti sejarah lainnya .Objek wisata ini terletak antara Padang Panjang –Batusangkar. Kalau dari Batusangkar + 7 Km atau tepatnya di Nagari Tabek Kecamatan Pariangan.

Nagari Tabek adalah satu dari enam kenagarian yang berada dalam kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar luas daeranya 4,22 Km2 terletak pada ketinggian 500-700 dari permukaan laut, dengan jarak 1 km dari kecamatan Pariangan ibu kota kecamatan ibu kota kecamatan, kurang lebih ¼ jam perjalanan dengan angkutan roda dua (ojek).

Tabek mempunyai batas-batas sebagai berikut disebelah utara berbatas dengan nagari Sawah Tangah, Sebelah Selatan berbatas dengan Jorong Bulu kasok,Sebelah barat berbatas dengan Tanjung Limaudan Sebelah Timur berbatas dengan jorong Cubadak.Jarak nagari Tabek ke ibu kota Kabupaten (Barusangkar) lebih kurang 7 Km, setengah jam perjalanan dengan menggunakan angkutan umum. Jarak ibu kota, propinsi ke nagari Tabek lebih kuran 91 km dengan jarak tempuh ± 3 jam perjalanan dengan menggunakan angkutan antar daerah yang cukup lancar setiap harinya.

Apabila kita dari ibu kota propinsi berkunjung ke Nagari Tabek, 7 Km sebelum kota Batusangkar, kita berhenti di Simpang Rawang untuk menuju Nagari Tabek yang berjarak ± 250 meter.
Di Simpang Rawang ini sudah tersedia kendaraan roda dua, sebagai sarana angkutan sewaan yang selalu menunggu setiap saat.

Menurut catatan dari berbagai sumber kenagarian Tabek merupakan nagari tertua dan Pariangan sebagai negeri asal menurut Parlis Dt. Koto Panjang.

Tabek letaknya sangat strategis dan mempunayi beberapa buah peninggalan yang mudah dijangkau dari pusat kota.

Sebagai daerah yang terletak pada ketinggian 500-700 dari permukaan laut, dengan suhu udara yang dingin serta curah hujan yang tinggi yaitu mm/tahun, kondisi tanahnya yang cukup gembur bekas letusan gunung berapi sehingga lahan pertaniannya subur.

Salah satu peninggalan bersejarah di nagari Tabek adalah, Bangunan Balairungsari.
 Tabek dahulu merupakan tempat musyawarah adat sebagai perkembangan dari medan nan bapaneh dari kira-kira 300 tahun yang lalu.

Bangunannya terbuat dari kayu dengan atap ijuk dan lantai panggung dan ditopang dengan tiang kayu sebanyak 18 pasang setinggi 3 m. Adapun tinggi lantai adalah 1 m. Bangunan ini memanjang dan tanpa dinding, berukuran panjang 18 m dan lebar 4,40 m. Atapnya dari ijuk dengan enam gonjong.

Keunikan bangunan ini terletak pada lantainya. Pada ruang (bagian antara satu tiang ke tiang
berikutnya) ke-9 dari kanan (utara) lantainya terputus dan tidak menyambung dengan lantai ruang berikutnya. Dengan demikian seolah-olah lantai bangunan ini terbagi dalam dua sisi, yaitu sisi utara dan sisi selatan. Bangunan ini sampai sekarang masih dipakai sebagai tempat untuk musyawarah adat.

Balairung sari bangunan tradisional minangkabau yang membujur dari utaara ke selatan, dengan panjang bangunan 48, 24 meter, lebar 3,4 meter dan tinggi bangunan dari pembautan kosong yang dipasang disekeliling 5,30 meter sampai ke puncak atap atau nok yaitu sebatang kayu yang berfungsi sebagai temapt kedudukan atau sebagai ukuran gonjong.

Kalau kita perhatikan pemasangan batu kosong pada bagian bawah ini, sedikit terdapat keunikan dimana pemasangan batunya tidak menggunakan bahan perekat semen sebagaimana layaknya bangunan candi di daerah Jawa, namun bangunan ini dapat bertahan sampai sekarang, lebih kurang usianya sudah 300 tahun. Pada beberapa bagian bangunan sudah mengalalami kerusakan dan keropos dan sudah mengalami penggantian dan perbaikan seperti lantai dan atap. Namun tiang yang ada sekarang masih merupakan tiang yang aslinya.

Bentuk bangunan Balairung Sari bila dilihat secara keseluruhan tanpak menyerupai perahu. Menurut cerita dari versi masyarakat setempat sebelum dibangunnya Balairung Sari ini diawali dengan pemufakatan dari perangkat nagari tentang bagaimana bentuk balai adat yang akan dibangun.
Sesuai dengan pemufakatan bersama maka dipilihlah bentuk bangunan ini seperti sebuah perahu dengan dilatarbelakangi sejarah nenek moyak Minangkabau adalah seorang pelaut. Selain itu bentuk perahu melambangkan keseimbangan/ keadailan dan kesatuan dimana dalam mengurangi lautan menggunakan perahun harus bisa menjaga keseimbangan dan kerjasama para awak kapalnya/ perahunya.

Karena bila tidak bisa menjaga keseimbangan dan menjaga kerjasama akan mendapat kesulitan ditengah laut. Ini diibaratkan sebuah Balairung harus bisa memberikan keputusan yang adil dan seimbang dalam mengarungi kehidupan ditengah masyarakat.

Bahkan Balerong Sari ini merupakan satu bukti ketinggian budaya rang minangkabau selain itu juga membuktikan warga Nagari tabek ini juga sudah dikenal sejak saisuak.

Isamping iru Balairung Sari yang sudah berusia ratusan tahun itu cukup menakjubkan, baik dilihat dari segi filosofis arsitertur bangunannya maupun dipandang dari segi fisik bagunan. Namun keberadaannya belum terolah secara maksimal untuk dikembangkan menjadi sebuah karya besar sebagai sumber inspirasi kekuatan budaya dan sosial-ekonomi masyarakat Minangkabau maupun masyarakat Nagari Tabek sendiri, apalagi bagi wisatawan lokal maupun manca negara, karena belum adanya tambahan fasilitas pelengkap dan pendukung yang memadai serta kemasan atraksi seni-budaya lokal/ tradisional yang menarik. (at)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.