payakumbuh

Sosialisasikan Pemilih Disabilitas, KPU Belum Ada Data Pasti, Suara Disabilitas

KPU Kota Payakumbuh ( Sumbar ).Integritasmedia.com/ bertempat di Sekolah Luar Biasa Kelurahan Pakan Sinayan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, diselenggarakan sosialisasi bagi pemilih disabilitas. Pemilih disabilitas ini akan diprioritaskan saat melakukan pencoblosan di TPS pada pemilihan mendatang. Tujuannya agar pemilih disabilitas tidak kesulitan dalam menyampaikan hak suaranya.

Sosialisasi yang dilaksanakan oleh KPU Kota Payakumbuh kepada Kelompok Pemilih Disabilitas pada Jumat pukul 14.00 WIB. 
 
Tampil sebagai pemateri Komisioner KPU Kota Payakumbuh Yuzalmon SAg MSi dan Ade Jumiarti Marlia SIP dan Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Provinsi Sumbar Yunalzi.

Di Payakumbuh, Dari 201 pemilih disabilitas yang terdaftar, hanya 72 orang yang menggunakan hak pilih di Pilkada Serentak 2015 lalu. Sayang, di Pilkada 2017 ini, data itu hanya bisa dilihat di hari pemilihan, Rabu, 15 Februari 2017.

Pemilih disabilitas itu terbagi kepada beberapa kategori, yakni tuna daksa (cacat fisik), tuna netra (buta), tuna rungu (tidak dapat mendengar, bisu, dan tuli), tuna grahita (gangguan fikiran atau jiwa). KPU Payakumbuh akan memberikan kemudahan kepada pemilih difabel serta mengupayakan aksesibilitas tempat pemungutan suara (TPS) agar ramah difabel, disamping memaksimalkan sosialisasi.

"Kegiatan sosialisasi ini adalah salah satu poin penting bagi pemilih. Satu suara pemilih  sama di bilik suara. Sosialisasi ini menandakan bahwa KPU Kota Payakumbuh sudah melaksanakan perintah UU dan PKPU bahwa dengan kondisi apapun suara pemilih dihitung sama," ujar Yuzalmon.

Sosialisasi ini, disebutkan oleh Ketua KPU Kota Payakumbuh Muhammad Khadafi, ingin memberikan segala kemudahan dan kelebihan bagi para penyandang disabilitas."Wajib difasilitasi oleh KPPS kepada saudara kita pemilih disabilitas ini," ujar Khadafi.

Fasilitas bagi penyandang diantaranya dapat pendampingan, didahulukan dalam antrian di TPS.Keistimewaan di TPS ini juga berlaku bagi pemilih yang hamil dan lansia.

Ini bukti kesungguhan KPU Kota Payakumbuh dalam melayani dan mengawal setiap suara pemilih. Saat ditanya data berapa real jumlah penyandang disabilitas, Muhammad Khadafi mengatakan, belum ada data pasti.

"Data pastinya, nanti akan didapat saat pemilihan berlangsung. Setiap pemilih disabilitas yang menggunakan hak pilihnya di TPS akan terdata. Sampai hari ini belum ada dilaporkan penyandang disabilitas yang tuna netra," ujar Khadafi.(*Ant)

About integritas media

Diberdayakan oleh Blogger.