Kota Bukittinggi

RSAM (Rumah Sakit Ahmad Moechtar) Harus Profesional

Jika Alat Oprasi  Rusak,Hubungilah Pasien Bersangkutan,Ujar Hendri (Pemerhati Kota Bukittinggi)
Bukittinggi (Sumbar).Integritasmedia.com -  Pasien RSAM Bukittinggi Complaintserta merasa di abaikan oleh pihak rumah sakit yang merupakan salah satu rumah sakit yang telah lama beroperasi di daerah Sumatera barat.Namun pelayanan RSAM tersebut terindikasi kurang  menyentuh kepada masyarakat yang ingin berobat ke rumah sakit tersebut.

Saalah satu pasien yang terabaikannya tersebut adalah Amir (nama samara) yang merupakan pasien yang akan di operasi oleh Dr bahagian  Urologi yang masuk urut  6 besar yang akan di operasi.Cek terakhir pasien tersebut pada awal Maret 2017 lalu dan dapat nomor urut  6,namun sampai berita ini pasien tersebut belum juga dapat informasi dari pihak rumah sakit.

Di sampaikan oleh pasien Amir (nama samarannnya) mengatakan bahwa pihak rumah sakit akan menghubungi pasien tersebut jika waktu operasinya telah tiba sesuai dengan nomor urut pasien yang bersangkutan.tetapi sudah hamper 3 bulan pasien tersebut belum juga di hubungi oleh pihak rumah sakit.Selanjutnya pasien tersebut minta media untuk meyelusuri problem inikapan  dia sebagai pasien akan di operasi,sebab setiap aakan buang kecil sakitnya bukan alang kepalang ujarnya.

Selanjutnya media mengkonfirmasikan tentang tidak ada kabar beritanya pasien itu kapan  akan di operasi Karena ini menyangkut kesehatan serta nyawa si pasien.di RSAM Bukittinggi media bertemu dengan Wadir Pelayanan D.Davit MM di ruang kerjanya.Davit menyampaikan bahwa selaku Direktur pelayanan RSAM dia menyikapi keluhan masyarakat tersebut.Menyangkut pasien bedah urologi tersebut khususnya di Sumatera Barat Dr. Bahagian Urologi rumah sakit bahagian Utara Sumatera barat Cuma 1 ( satu ) orang dan langka.Dr yang menangani kasus ini adalah Dr Supriadi sendirian,dan sekarang untuk menambah Dr bahagian Urologi itu RSAM menyekolahkan Dr.Havis untuk menanggulangi kekurangan Dr bahagian Urologi tersebut.

Disampaikan bahwa RSAM adalah rumah sakit rujukan tersier,kenyataan yang di terima saat ini daftar antrian sangat panjang.Jadi kebijakan dari rumah sakit  ada yang namanya pasien sito (pasien yang harus segera di tolong cepat) yaitu pasien kecelakaan,jika yang control ke  poliklinik itu adalah pasien elestis yaitu pasien yang di rencanakan .Dan tentang pasien bedah, bidang pelyanan otoritasnya di serahkan ke bahagian bedah sepenuhnya,ujar Davit.

Media selanjutnya mengkonfirmasikan tentang tidak adanya kejelesan kapan pasien tersebut akan dibedah kepada Reni Susansi selaku kepala bahagian perawatan bedah RSAM.Reni menyampaikan bahwa sesuai dengan instruksi dr Supriadi (Ucup),jika ada pasien yang akan di operasi langsung ke bahagian poli ,karena penanganan pasien ini di poli.Dan juga salah satu alat untuk operasi di bahagian Poli untuk Urologi sedang rusak dan takbisa di pakai.Kemungkinan besar pasien yang bersangkutan akan di berikan surat rujukan ke Ruah sakit M.Jamil Padang,ujar Reni.

Hendri Syahmer salah seorang tokoh masyarakat mengatakan jika memang salah satu alat di Rumah sakit RSAM rusak,hubungilah pasien yang akan di operasi  tersebut karena ini menyangkut kesehatan serta nyawa masyarakat,Sebab rumah sakit adalah pusat pelayanan masyarakat baik kalangan bawah maupun kalangan,jangan mentang-mentang pasien BPJS mereka di abaikan saja,hubungilah pasien itu tentang ke pastian operasniya,ujar Hendri.(A)

About integritas media

Diberdayakan oleh Blogger.