bedah kasus

Banyak Harapan Pada Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Paket I Sei Guo


Padang-integritasmedia.com-SEJUMLAH masyarakat Kapalo Banda Nangalo, Sungai Duo Kecamatan Kuranji, Kota Padang mengeluhkan pengerjaan Proyek Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jaringan Irigasi Pakret I di daeah tersebut.

Pasalnya, pelaksanaan proyek (dengan No. Kontrak 105/KONT-SDA/ APBD/PURP/2019) yang masih berjalan tersebut mereka nilai tidak dikerjakan dengan maksimal dan sunguh-sunguh. Hal ini dapat dibuktikan dengan sudah ada pekerjaan yang sudah retak-retak bahkan juga ada yang pecah di beberapa bagiannya.

galian koporan
Padahal keberadaan proyek tersebut cukup besar manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Karena dengan adanya proyek ini, nantinya bila hujan datang jalan mereka tidak akan direndam air banda lagi, ungkap Edi salah seorang warga setempat yang dijumpai integritas dilapangan.

Ditambahkannya, selain untuk memperindah kampung mereka proyek ini juga akan bermanfaat banyak bagi petani, karena akan dapat memperlancar pasokan air kesawah-sawah mereka.

Edi, yang juga seorang petani tersebut Sabtu (5/10), mengaku berterima kasih kepada Pemko Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, atas pembangunan sarana pengairan ini. Namun demikian, dia juga sangat menyayangkan, karena pelaksaan proyek tersebut kurang pengawasan dari dinas terkait.

Buktinya, baru hitungan hari saja sudah ada pekerjaan yang rusak (pada bagian yang telah siap). Sementara kontraktor masih mempekerjakan para pekerjanya di posisi tengah aliran banda tersebut.

Bahkan, pekerjaan tersebut sempat terhenti seminggu lebih. Tetapi setelah ada beberpa orang yang datang mengukur-ukur proyek tersebut, pekerjaan kembali dilanjutkan, ungkapnya dengan nada penuh tanda tanya.

dinding saluran irigasi yang telah ditambal
“Untuk memperindah dan menjaga keamanan bagi penguna jalan raya serta pejalan kaki di sisi proyek
tersebut, mereka (masyarakat setempat) meminta untuk dapat diadakan pinimbunan pada bagian luar pasangan dinding saluran irigasi tersebut.

Tetapai kalau memang tidak ada dananya untuk itu, mereka hanya meminta untuk mengamankan persawahan mereka dari longsor sekaligus memperkuat pasangan dinding saluran pada sisi persawahan saja yang ditimbun,” harapa Edi mengakhiri.

Ago salah seorang tokoh pemuda setempat menimpali, seharusnya pihak PUPR Kota Padang lebih ketat lagi melakukan pengawasan pekerjaan dilapangan, agar apa yang diharapkan dari sebuah pembangunan dapat dinikmati oleh orang banyak.

Bukanya seperti ini, mempercayakan saja semuannya kepada pemborong. Bila sudah begini, mau diapakan lagi dan siapa yang mau disalahkan.


“Untuk pekerjaan yang masih tersisa tersebut, kepada pihak PUPR berbuatlah sebagaimana  fungsinya selaku pemilik pekerjaan. Agar hasil dari proyek tersebut dapat dinikmati banyak orang dalam rentang waktu yang lama. Bukanya untuk setahun dua tahun saja, setelah itu proyek itu hancur,” himbuanya mengakhiri.

Seperti biasanya, ketika integritas mengkonfirmasikan hal ini kepada Fadelan Fitra Masta selaku Kabid SDA di Dinas PUPR Kota Padang, dia tidak mau merepon sama sekali. (int)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.