padang pariaman

Pasien Positif Corona di Padang Pariaman, Tidak Pernah Keluar Rumah

Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni saat mengadakan Video Call dengan TA
Padang piaman, integritasmedia.com – KEPALA Dinas Kesehatan Kapupaten Padang Pariaman Yutriadi Rivai, memastikan pasien positif Corona warga Sintuak Sintoga tidak pernah keluar rumah sejak ditetapkan positif mengidap Covid 19. Ia membantah adanya isu yang beredar jika TA keluar rumah.

“Bahkan pasien berinisial TA dan keluarganya sangat koperatif mengikuti semua anjuran dari pihak kesehatan, dan pemerintah, untuk tetap di rumah selama proses karantina,” ujar Yutriadi kepada sejumlah media di kantor Camat Sintoga, Jumat (3/4).

Ditambahkannya, semua keluarga TA juga menjamin bahwa TA tidak akan keluar dari rumah sampai kondisinya dinyatakan sembuh total dari Covid-19. Di rumah tersebut ada 3 orang yaitu, TA, Ibunya dan neneknya. Kondisi pasien berinisial TA sampai saat ini masih dalam keadaan sehat dan tidak bergejala Covid-19.

Yutriadi juga menjamin selama proses isolasi segala kebutuhan TA dan keluarga akan dipenuhi oleh pemerintah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga memberikan kebutuhan pokok, asupan gizi dan suplai vitamin untuk tiga hari ke depan secara berkelanjutan selama empat belas hari sesuai dengan SOP yang telah ditepakan pemerintah dalam menghadapi pasien Covid-19.

Senada dengan itu, Camat Sintuak Toboh Gadang Asyari memastikan TA selama masa isolasi tidak pernah keluar rumah.

“Kami selalu berkerjasama dengan masyarakat untuk saling menjaga dan saling mengingatkan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu Kepala sekolah SMK Negeri 1 Sintoga menceritakan kronologi TA yang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Hotel Pusako Bukittinggi yang berlangsung dari 2 Desember tahun 2019 hingga 31 Maret 2020, namun karena situasi yang kurang aman kepala sekolah SMKN 1 Sintoga Busraini Lubis mempercepat PKL menjadi 24 Maret 2020. Sebanyak 328 orang kemudian dipulangkan kerumahnya masing-masing. Pada 25 Maret 2020 TA sudah ada di rumah.

Kemudian pada 26 Maret TA merasakan kurang enak badan badan, lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman.

Sejak itu ia dirawat di rumah sakit. Kemudian tanggal 30 Maret pihak rumah sakit mengizinkan TA pulang karena kondisinya yang sudah membaik. Walaupu begitu, sampai saat ini TA masih diisolasi

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.