agam

Pastikan Segera: Beras Tersedia Dirumah-rumah Masyarakat Kurang mampu

LUBUK BASUNG,(INTEGRITAS).COM - Bupati Agam Indra Catri menegaskan bahwa dalam kondisi saat ini yang perlu dipastikan terlebih dulu adalah tersedianya beras yang cukup dirumah-rumah sebagian besar masyarakat kurang mampu.tanggal(5/4).

Bergegaslah agar penyebaran dan dampak pendemik(covid-19) cepat diatasi Mana yang bisa dikerjakan terlebih dahulu tolong di segerakan tanpa harus menunggu yang lainnya rampung sempurna.

Pastikan masyarakat sehat dan bagi yang terpapar (covid-19) pastikan tertangani secara benar sesuai dengan protokol kesehatan,Setelah itu baru dicarikan solusi masalah lainnya sesuai dengan urgensinya tanpa harus keluar dari koridor hukum yang berlaku. Ujarnya.

Ketika ditanya adanya tokoh masyarakat dan pengamat yang mengatakan Agam terlalu cepat menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat, seperti biasanya Indra Catri hanya tertawa  dengan gestur  tubuh seakan sudah memaklumi.

Namun Tiba-tiba Bupati Agam Itu  balik bertanya. Apa benar ?  Kalau  memang benar ada yang mempertanyakan  demikian  tolong lah berjelas-jelas, pengamat macam apa dan tokoh masyarakat yang mana?  Semua orang rasanya maklum kalau di Agam banyak varian tokoh masyarakatnya.

"Ada yang benar-benar tokoh, ada kategori nokoh, dan ada pula tokoh-tokohan. Ketokohannya ada dibidang agama, budaya, pemuda, sampai ke tokoh penggemar batu akiak"
Begitu juga dengan pengamat. Jangan sampai “salah mintak ubek” salah rujuk dan salah resep.imbuhnya.

Sebagai contoh, saat menghadapi ancaman (covic-19) pergilah kepada ahli kesehatan  jangan pengamat sepak bola yang dimintakan pandangannya. Saat mengahadapi banjir bandang sebaiknya bukan insinyur peternakan yang dimintakan pendapat.

Jadi harus pandai memilah dan memilih agar kita tidak dibikin pusing. Tolong edukasi masyarakat awam  supaya tidak bingung dan terprovokasi menerimanya.  Kalu tidak , Bisa hancur imunitas sosial dan individual kita dibuatnya.

Terkait dengan pembagian sembako siapa bilang terlalu cepat dan tidak tepat sasaran. Tindakan cepat justru sangat diperlukan saat ini. Kita harus pastikan secepatnya bahwa ada cadangan beras dirumah-rumah penduduk yang bisa sewaktu-waktu mengisi perut yang terancam lapar.

Kita harus segera droping beras kerumah masyarakat kategori miskin tanpa harus terjerat masalah hukum dikemudian hari. Salah satu cara yang mungkin kita tempuh adalah dengan memgacu kepada surat edaran Gubernur Sumatera Barat (28/3) 2020.

Dimana mulai hari Rabu (01/04/2020) sudah mulai menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat.   Basisnya adalah  Masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam Tahun 2019.  Kita terpaksa memakai data lama karena updating data dijadwalkan akan selesai dilakukan pada bulan  juli.

Kita sadar bahwa akan terjadi gejolak ditengah masyarakat terutama bagi yang tidak tercatat pada (DTKS) namun terkena dampak ekonomi langsung dari pendemi (COVID-19). Karenanya kita carikan skema lain untuk membantu mereka.

Caranya dengan menyalurkan bantuan langsung berupa beras dan bahan makanan lainnya. Persoalannya data pendukung yang lengkap dan akurat belum tersedia sehingga pihak Gugus Tugas Kecamatan dan Nagari tidak dapat segera menyalurkan bantuan.

Karenanya kita tunda dulu beberapa hari kedepan tanpa harus menunda bantuan terhadap masyarakat yang tercatat dalam( DTKS ) yang sudah jelas basis datanya.

Kita sudah sosialisasikan bagi warga yang tidak masuk dalam( DTKS) namun terkena dampak ekonomi langsung( COVID-19) kita pastikan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Tapi bukan pada  kesempatan pertama atau hari Rabu kemarin. Caranya adalah dengan melaporkan dan mendaftar diri terlebih hadulu melalui wali jorong atau wali nagari setempat.
Asumsinya merekalah yang paling tahu kondisi dan alamat warganya yang terpapar dampak (COVID-19)itu.

Selanjutnya Wali nagari akan melakukan verifikasi dan kita sudah menetapkan bahwa yang dapat menerima bantuan dimaksud antara lain adalah mereka yang kehilangan penghasilan atau menerima upah harian serta mempunyai pekerjaan harian satu jenis selain PNS/TNI/Polri/Karyawan BUMD/BUMN serta penerima program sembako.

Warga yang memenuhi kriteria selanjutnya diajukan Wali nagari ke Dinas Sosial Kabupaten Agam dan seterusnya Dinas sosial akan menyalurkan bantuan beras sesuai ketentuan.

Ditambahkan oleh Bupati Agam Indra Catri. sesuai dengan tupoksi Gugus Tugas Nagari, pihak wali nagari bersama-sama dengan jorong dan timnya diharapkan agar lebih proaktif menjaring warga mereka yang berhak mendapatkan bantuan.

mungkin akan memakan sedikit waktu namun bersabarlah. Pihak Nagari juga diharapkan agar lebih aktif menjaring bantuan dari banyak sumber termasuk para perantau.

Kita juga sangat terbantu dan berterimakasih karna kenyataannya pada beberapa tempat mereka yang terpapar tiba-tiba kehilangan sumber pendapatan juga sudah ada yang menerima bantuan dari tetangga, pengurus masjid, para donatur, LSM, dan sanak saudara mereka.

Jadi sekali lagi Saya himbau mari kita saling bahu membahu dalam menghadapi kondisi sulit ini. Bukan saling menghujat dan melemahkan. Para tokoh hendaknya ambil bagian secara lebih aktif lagi mencarikan solusi, sebagai penyejuk ditengah masyarat.

Niniak Mamak diharapkan lebih aktif lagi mengayomi, melindungi, dan mendamping anak kamanakannya dalam menghadapi kondisi sulit saat ini. Yakinlah kalau kita disiplin kondisi ini akan segera berlalu. Jangan sampai terjadi hendaknya apa dikhawatirkan oleh nenek moyang kita

“niniak mamak basilengah, anak kamanakan basiarak jo baserak. Lain padang lain bilalang, lain nagari lain penanganannya".

Pemerintah Kabupaten Agam sebagai bagian dari Pemerintah Sumatera Barat dan  NKRI akan terus berupaya agar seluruh masyarakat di Kabupaten Agam terbantu hendaknya dalam menghadapi wabah( COVID-19).

Buktinya sampai saat ini terus dilaksanakan penyaluran sembako hampir diseluruh nagari dengan melibatkan banyak pihak dan relawan.

Kepada pihak Jorong, Walinagari, beserta relawan dan perangkatnya kami ucapkan terimakasih dan pengahargaan yang setinggi-tingginya. Selamat berjuang dan bekerja sambil terus malakukan sosialisasi dan pendataan, menjadi pejuang (COVID-19).( MEI RIDWAN)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.