Pasaman Barat

PDP Positif Covid-19.Warga Pasbar Dimakam.Dikampung Halamannya

PasamanBarat(Sumbar),Integritasmedia.com  Pasca pemakaman seorang warga Padang berinisial HA (50) yang meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang pada Kamis (9/4/2020) dalam status PDP positif COVID 19 yang berdomisili di Kota Padang. Setelah meninggal dunia, almarhumah dimakamkan di kampung halaman Paroman Nagari Sinuruik di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ).

Beredar isu tengah masyarakat dan melalui pesan singkat soal pasien tersebut pernah menginap di rumah nya di kampung sebelum dirawat di RSUP M Djamil Padang. Selain itu, Almarhumah juga diisukan menderita penyakit kanker rahim dan sudah dua kali menjalani operasi kesehatan.

Akibat isu yang beredar tersebut, warga di Kecamatan Talamau Pasbar menjadi resah dan waspada. Namun isu tersebut dibantah kan oleh Juru bicara Satgas Covid-19 Dinkes Pasbar , dr Gina Alecia.

Almarhumah HA dalam waktu sakit tidak ada di Jorong Paroman Talu dan begitu juga sebelum sakit, almarhumah tidak ada berkunjung ke Pasaman Barat dan selalu berada di Kota Padang. Dia mulai sakit pada tanggal 27 Maret.

Bahwa  almarhumah tidak pernah melakukan operasi kanker dan juga tidak pernah menderita kanker servik.

Dokter Gina menjelaskan, terkait siapa saja yang kontak dengan pasien terkonfirmasi positif corona yang dimakamkan di Talu, pihaknya bersama perangkat Nagari di Kecamatan Talamau sudah melakukan pelacakan riwayat perjalanan.

"Kita melakukan pelacakan riwayat perjalanan terhadap warga yang pernah kontak dengan keluarga pasien (almarhum), bukan dengan almarhum," jelasnya.

Sedangkan terhadap keluarga almarhum, sudah dilakukan isolasi mandiri dan telah dilakukan pemeriksaan Swab pada Jumat (10/4/2020) di Kota Padang.

"Jadi kita menunggu kabar hasil Swab keluarga almarhum," terangnya.

Kemudian terhadap warga yang pernah melakukan kontak dengan keluarga almarhum. Juga akan dilakukan Swab pada Senin (13/4) di RSUD Jambak Pasaman Barat .

"Pemeriksaan Swab yang akan dilakukan oleh pihak RSUD Jambak, untuk orang yang pernah kontak dengan keluarga almarhum, itu yang akan dilaksanakan," paparnya.

"Mari jaga kebersihan diri dan lingkungan dan sering cuci tangan, pakai masker dan minum vitamin serta makanan bergizi," katanya.

Camat Talamau Nur Fauzia saat dihubungi menambahkan " Untuk warga yang sudah di data  diusulkan untuk menerima bantuan pangan selama  isolasi mandiri 14 hari. Semoga hari ini bantuannya bisa sampai"

Sampai berita ini diturunkan di Pasbar terdata  PDP sebanyak lima orang, pelaku perjalanan 4.684 orang

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan wabah virus corona penyebab COVID-19 Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat akan melakukan tes swab kepada lima orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang ada saat ini.

"Alat swab kita sudah ada sehingga tes swab terhadap mereka segera dilakukan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat, Gina Alecia di Simpang Empat, Sabtu.

Ia menambahkan sebelumnya kelima pasien pernah dilakukan rapid test (tes cepat) dan hasilnya negatif. Namun akan diperiksa lagi dengan rapid test ke-2 setelah 10 hari sejak rapid test yang pertama.

"Karena kita sudah punya alat untuk tes swab maka kita segera melakukannya terhadap kelima pasien," ujarnya.

Menurutnya empat orang dari PDP saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Jambak Pasaman Barat dan satu orang melakukan isolasi mandiri di rumahnya dengan pengawasan ketat dari pihak medis.

"Jika gejalanya masih ringan maka bisa isolasi di rumah," sebutnya.

Ia menjelaskan hingga Sabtu (11/4) total Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 134 orang. 26 orang sudah selesai pemantauan dalam kondisi sehat dan 108 orang dalam pemantauan.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh dengan berita yang tidak jelas di tengah-tengah masyarakat.(Win)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.