agam

Martian Wanto Ketua GTP2 Covid-19 Agam Himbau Pedangang di Pasar Tradisional Patuhi Himbauan Pemerintah

Agam - Sumbar Integritas Media.Com Semenjak  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berlakukan di Sumatra Barat tim GTP2 Covid-19 kabupaten Agam sudah mendirikan 8 pos pantauan di setiap perbatasan yang akan memasuki daerah Agam.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 masuk ke daerah Agam, yang berpenduduk sekitar 524.906 jiwa pada pemilu 2019, Untuk itu diperlukan kerjasama dalam mengedukasi masyarakat agar patuh dengan kebijakan pemeritah dalam melaksanakan PSBB.

Saat ini sudah 203 masyarkat Sumbar terinfeksi Covid-19 sedangkan untuk daerah kabupaten Agam sampai hari ini sudah 4 orang pasien PDP positif Cofid-19 dari hasil Swab labor Unand Padang.

Dilihat perkembangan terakhir, tidak tertutup kemungkinan diperpanjangnya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat, khususnya di Agam.

Ketua GTP2 Covid-19 kabupaten Agam, Martias Wanto (Dt.Maruhun) menghimbau pada masyarakat dapat mematuhi himbauan Pemerintah untuk memutus mata rantai Pandemi Covid-19 di kabupaten Agam. "Kita menghimbau pada masyarkat patuhilah himbauan pemerintah agar pandemi Covid-19 bisa secepatnya berakhir di negeri ini." ujarnya.

Selama pemberlakuan PSBB di Sumatra Barat, khususnya di kabupaten Agam ketua tim GTP2 Covid-19 kabupaten Agam, Martias Wanto. (Dt. Maruhun) sangat menyayangkan sebagian masyarakat masih ada yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah dalam melawan Pandemi Covid-19.

Ketua tim GTP2 Covid-19 Agam juga menghimbau pedagang dipasar agar membatasi ruang gerak penyebaran virus Corona dengan melihat hasil tracking yang dilakukan terhadap pasien positif Corona, penyebaran Covid-19 ini banyak tertular mulai dari pasar.

"Kita tidak melarang masyarakat untuk berjualan di pasar, kita ingatkan sekarang penyebaran Covid-19 mulainya dari pasar, seperti di pasar raya Padang, pasar kota payakumbuh." katanya.

Ditambahkan Martias Wanto. (Dt.Maruhun)" Bila perlu pedagang bisa berjualan setiap hari pada satu tempat di pasar tradisional kita, dengan cara mengatur jarak aman (social distancing), tidak berpindah-pindah membawa dagangannya dari pasar ke pasar, ini salah satu cara untuk menghambat penyebaran Covid-19, setidaknya kita bisa mengurangi tumpukan pengunjung (phisical distancing) dipasar-pasar, ini salahsatu cara untuk menghambat penyebaran Covid-19." Ujarnya.(Mei Ridwan)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.