agam

Menghadapi Transmisi Lokal diperlukan perubahan kebiasan dengan konsistensi dan disiplin tinggi.

Agam -Sumbar Integritas Media .Com Indra Catri  Bupati Agam saat memimpin Tim 1 Monitoring Ramadhan 1441 H,  di Kecamatan Banuhampu  Rabu, 6 Mei 2020. Secara keseluruhan sebetulnya ada 16 tim yang dibentuk tahun ini dan diturunkan setiap harinya guna memonitor kondisi lapangan dan melaksanakan sosialisasi.

Tim I beranggotakan Kakan Kemenag Agam Edi Oktafiendi, Kepala Bappeda Welfizar, Kadistan Arief Restu dan Kadis PUTR Hamdi serta Kadis Parpora Syatria. Secara khusus tugasnya adalah melakukan sosialisasi tentang bahaya dan pencegahan covid 19 kepada masyarakat. Selain itu juga memotivasi petani dan peternak agar tetap menjalankan aktivitas pertanian seperti biasa namun disesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku.


Terkait dengan kondisi terkini, bahwa di Agam sudah ada masyarakat yang terpapar covid 19, Bupati Indra Catri menyampaikan, “Pameo belanda masih jauh, tidak berlaku lagi bagi Agam. Virus corona itu saat ini benar-benar sudah masuk ke Agam. Masyarakat Agam dimintakan siaga penuh atau “tiarap” menghadapi ancamannnya". Tidak perlu saling menyalahkan atau “manapiak aia didulang” satu sama lain”, tegas Indra Catri

Lebih lanjut Indra Catri juga menjelaskan, "Kalau menghadapi transmisi lokal, kita sudah berurusan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat. Budaya seperti suka berkumpul-kumpul, majelis taklim, majelis buko basamo, dan yang melibatkan banyak orang semuanya perlu ditinggalkan dulu sementara dan diganti dengan kebiasaan baru seperti phisycal distancing, memakai masker atau sejalan dengan protokol kesehatan. Bila tidak dilaksanakan secara konsisten dan penuh disiplin upaya kita memutus rantai penyebaran virus corona akan sia-sia. PSBB yang membutuhkan pengorbanan banyak pihak akan sia-sia", jelas Bupati yang juga ninik mamak itu.

Ketika dikonfirmasi bahwa Agam selama ini sudah menerapkan check poin terhadap masyarakat atau tamu yang datang dari luar Agam, namun kenapa masuk juga virus corona, Bupati Agam tidak menampiknya.

"8 pintu masuk yang kita kawal penuh siang malam tidak bisa lagi diandalkan sepenuhnya. Penularannya tidak lagi dari sana tapi sudah beralih dari rumah ke rumah, dari pekan ke pekan, dari kain saruang ke kain saruang, dari sajadah ke sajadah dan seterusnya. Oleh sebab itu himbauan agar tidak melakukan keramaian, tidak menyelenggarakan  pasar dihari pekan, tidak sholat berjamaah dulu di masjid-masjid, tetap di rumah saja, tolong diindahkan", pinta Indra Catri.

Berkenaan dengan antisipasi kebutuhan pangan masyakatnya, Bupati Indra Catri menegaskan, "Dari sisi ekonomi masyarakat yang terdampak tidak mungkin hanya mengandalkan BLT dan bantuan pihak donatur. Kita harus realistis dan antisipatif dalam nenghadapinya.

Pada kondisi sekarang nampaknya parak dan halaman yang paling mungkin diandalkan masyarakat luas. Pemerintak tidak mungkin menyediakan jumlah bantun yang lebih besar. Mana cukup Rp. 600.000 per bulan. Oleh sebab itu pemanfaatan pekarangan dan kebun untuk memenuhi kebutuhan makanan, sayuran, dan buah-buahan keluarga sekaligus untuk tuntutan ekonomi sangatlah beralasan, urai Bupati yang selalu mendorong gerakan Agam Menyemai sejak 9 tahun lalu itu dan kini mulai dirasakan masyarakat manfaatnya.

Seperti disampaikan Mak Utiah petani kentang di Cingkariang. “Kenyinyiran Nyiak Datuak, “(panggilan sebagian masyarakatnya kepada Bupati Agam), sudah membuahkan hasil Nyiak, sekarang kami merasakan manfaat bertanam dan memanfaatkan lahan pekarangan untuk konsumsi keluarga". Ujar Mak Utiah.

Terakhir Bupati meminta Walinagari yang ditemui dalam perjalanan kali ini yakni Walinagari Pakan Sinayan, Walinagari Cingkariang dan Walinagari Taluak IV Suku agar mengajak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi makanan instan. Mari kita jaga bersama, jangan sampai hendaknya nanti masyarakat menghadapi lagi masalah lainnya seperti gangguan sistem pencernaan di Bulan Ramadhan ini, harap Bupati.                              (Mei Ridwan)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.