bedah kasus

Parah, SPBU Palapa Masih Layani Pembeli dengan Jerigen


Padang Pariaman, integritasmedia.com - ADANYA peraturan di SPBU milik Pertamina: yang hanya boleh menyalurkan Bahan Bakar Premium dan Minyak Solar (Bersubsidi/PSO) untuk penggunaan akhir. Dan dilarang keras menjual Premium dan Minyak Solar pada wadah kemasan/jerigen untuk dijual kembali ke konsumen.

Walaupun begitu, mereka yang biasanya 'membisniskan' BBM seperti itu tidak kehabisan akal.

Jerigen tidak dibolehkan, kini mereka malah mengunakan mobil (yang telah dimodifikasi tanki BBMnya) untuk melanjutkan bisnis mereka.

Diketahui, beberapa waktu belakangan, di sejumlah SPBU kerap mengalami kemacetan akibat antrean untuk mengisi BBM terutama Premium. Bahkan, antrean semakin hari semakin panjang.

Dan begitu juga yang berlaku di SPBU 14271517 Palapa, Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Di SPBU tersebut, hingga saat ini praktik seperti itu masih begitu bebasnya berjalan, dimana kendaraan yang menggunakan tanki modifikasi ikutan antre untuk mendapatkan BBM dalam jumlah yang lebih banyak, tanpa adanya pengawaaan.

Parahnya, untuk menghindari antrean dan protes dari konsumen lain petugas SPBU juga telah mengisi jerigen dan ditaroh dalam gudang menunggu pelangan mengambilnya, setelah mengisi penuh tanki (modifikasi) mobil mereka.

Menyaksikan hal itu, banyak pihak meminta Pertamina dan pihak-pihak terkait lainnya agar lebih meningkatkan pengawasan pendistribusian BBM di SPBU. Sebab, dikhawatirkan dapat memicu ketidaknyamanan bahkan pertikaian, terutama untuk mendapatkan BBM jenis premium.

Seperti yang diungkapkan Eldi Putra saat ikut antre di SPBU itu pada Minggu (24/5) kemaren, yang hendak berlebaran di kampung halamannya.

"Lebih satu jam saya antre, meski dalam hati berkata paling (kena prank) pas giliran kita bensin habis, gimana tidak puluhan mobil 'bisnis bensin' yang telah bekerja sama dengan oknum SPBU juga turut ngantre dan ini bukan pemandangan ataupun pengalaman pertama bagi saya, makanya saya gram dan tidak bisa membiarkan kejadian ini terus berulang," akunya.

"Karena tidak semua masyarakat yang bisa kalian bodohi...!! Apalagi BBM (Bensin) itu bukan untuk kalian monopoli dengan bisnis kalian. Apa ngak kasihan dengan orang lain yang telah antre berjam-jam," katanya dengan lantang kepada para petugas SPBU saat itu.


"Kalau cuma satu-dua jerigen, saya masih ikhlas. Ini ngak mobil kalian penuh dengan jerigen belum lagi tanki modifikasi kalian juga sudah full," ungkapnya dengan kesal.

Konfirmasi yang didapatkan integritas di PT. Pertamina (Persero) Cabang Padang menyelaskan, seluruh SPBU Pertamina telah menerapkan pelayanan 'Pasti Prima'. Sehingga, tak ada penyelewengan dalam melayani pelanggan saat mengisi bahan bakar di SPBU.

"Apalagi pelayanan SPBU menjadi atensi utama karena merupakan salah satu tonggak bisnis perusahaan, sehingga tentunya berusaha memberikan pelayanan terbaik sehingga tidak mengecewakan konsumen," tambah sumber yang tidak mau jati dirinya ditulis.

Sementara itu Herman L, salah seorang pemerhati sosial di Padang kepada integritas mengatakan, Pertamina dan pihak terkait hendaknya dapat mengawasi pendistribusian BBM terutama jenis premium sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dan, untuk kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi diminta tidak ikut serta mengantre untuk mendapatkan premium di SPBU.

“Kalau hal itu tidak bisa teratasi, maka perlakukanlah merka dengan perlakuan khusus agar tidak mengganggu konsumen lainnya. Seperti menyediakan waktu khus untuk mereka," sarannya.

“Kita minta masyarakat agar dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan tentang pengendalian penyaluran BBM, untuk menciptakan kenyamanan bersama saat berada di SPBU," imbaunya mengakhiri.(ha)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.