Pasaman Barat

Terdampak Covid-19, Warga Domisili Simpang Ampek Kian Memprihatinkan

TIdak mendapatkan bantuan, warga domisili Simpang Ampek resah
Pasbar, integritasmedia.com - BANYAK para pedagang dan pekerja swasta dalam berbagai bidang usaha di Simpang Ampek Pasaman Barat, yang berasal dari luar daerah, yang kini kehidupannya sangat memiriskan hati.

Betapa tidak, akibat terdampak wabah Covid-19 mereka ada yang diberhentikan bekerja dan bagi yang masih bekerja penghasilan tak lagi mencukupi untuk pangan Bahkan informasi yang diperoleh, mereka telah kesulitan uang untuk beli beras.

Kepada media ini Sabtu (16/5), mereka mengungkapkan bahwa, sejak adanya pandemi global Covid- 19, pendapatan mereka sangat menurun drastis. Namun parahnya, mereka belum terdata untuk penrima bantuan sosial dari pemerintah.Padahal mereka telah terdaftar sebagai penduduk Pasaman Barat.

Apalagi semenjak PSBB di terapkan, yang dibarengi dengan himbauan di rumah saja, otomatis penghasilan para pedagang merosot tajam. Sedangkan salah seorang karyawan marketing Doni (32), juga merasa sangat terdampak.

Pria yang berasal dari daerah Palembang ini, sudah 2 bulan diliburkan perusahaan, karena stock barang dari luar negeri distop masuk ke Indonesia. Sementara dirinya juga tak bisa pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.

"Saat ini saya tak lagi punya uang buat beli beras dan bertahan hidup. Mau pulang kampung juga tak bisa, saya merasa sangat putus asa. Saya berharap pemkab Pasbar, juga punya kepedulian terhadap kami yang berdomisili dan bekerja di daerah ini", ujar Doni dengan nada sedih.

Warga pusat kota Simpang Ampek Pasbar, yang kebanyakan adalah para pedagang dan pekerja swasta, umumnya berasal dari luar kabupaten ini. Diantaranya ada yang berasal dari Kota Bukittinggi, Pariaman, Pasaman dan bahkan, juga banyak yang berasal dari luar propinsi Sumatera Barat.

Dengan adanya larangan mudik dan pulang kampung selama PSBB, sedangkan warga domisili tersebut tetap butuh biaya untuk bertahan hidup. Tentunya persoalan ini, jadi perhatian serius, yang mesti dicarikan solusi oleh pemkab Pasbar dalam hal ini. (mon)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.