payakumbuh

Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh Umumkan Tambahan 4 Kasus

Payakumbuh, Integritasmedia.com – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh kembali mengumumkan adanya penambahan kasus positif Covid-19. Status Kota Payakumbuh yang semula zona hijau sekarang berada pada zona kuning, bahkan bisa naik ke oranye jika peningkatan kasus Covid-19 makin tinggi.

“Beberapa hari ini ditemukan peningkatan kasus positif, sebelumnya ada temuan 4 kasus, dan pada hari ini hasil swab ada 6 yang ditemukan. Namun 2 di antara yang 6 ini datanya tercatat bukan dari Payakumbuh, meski mereka di-swab di Payakumbuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh, Bakhrizal, ketika video conference dengan wartawan via aplikasi zoom, Jumat (21/8/2020).


Pada kesempatan itu Bakhrizal didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yufnani Away, dan Kadis Kominfo Jhon Kenedi.

Adapun tambahan empat kasus yang dicatat sebagai warga Payakumbuh adalah, NM, 33 tahun, PNS Sekretariat Daerah, sebelumnya kontak dengan tamu dari Jakarta seminggu yang lalu. Kemudian RFP, 39 tahun, warga Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, kontak dengan ES pegawai kantin di RSUD Adnaan WD. Lalu, AFA, 8 tahun, anak dari RFP, dan MZA, 20 tahun mahasiswa, adik dari RFP.


Dua yang ditemukan di Payakumbuh, tetapi tercatat sebagai warga Limapuluh Kota adalah YS, 46 tahun, warga Taeh Baruah dan MY, 64 tahun, warga Situjuah Banda Dalam. Keduanya saat ini dirawat di RSUD Adnaan WD Payakumbuh.

Baca juga: Karyawan BPJS Kesehatan Kepri Positif Covid-19 Usai Hadiri Pesta Pernikahan di Payakumbuh


“Sekarang sudah ada 11 orang dirawat agar sembuh kembali, termasuk Wakil Wali Kota Erwin Yunaz,” kata Bakhrizal.

Dia juga menyebutkan, dalam lima hari terakhir sudah lebih dari 1.000 sampel swab diambil di Payakumbuh, bahkan ada yang sampai 350 orang per hari.

“Swab dimulai pukul 14.00 di Bukik Sibaluik, seharusnya kita istirahat, tapi karena kita harus ‘tracing’, maka kita maksimalkan upaya Tim Gugus Tugas,” kata Bakhrizal.

Kepala Dinas Kesehatan yang akrab disapa Dokter Bek itu juga mengatakan, Wali Kota Riza Falepi selalu mewanti-wanti, peningkatan kasus yang ditakutkan adalah second wave (gelombang kedua).


“Di saat ini masyarakat sudah menurun kesadarannya, cenderung mulai abai dengan protokol kesehatan. Bisa saja beberapa kebijakan daerah dapat berubah, mulai dari proses belajar mengajar (PBM) ditunda, bahkan mengevaluasi kembali izin keramaian,” kata dia.

Saat ini, hampir semua kabupaten/kota di Sumbar mengalami peningkatan kasus. Oleh sebab itu, Bakhrizal mengimbau warga agar waspada bila berkontak dengan tamu yang berasal dari luar daerah.

Sementara itu, soal Kepala SMAN 4 Payakumbuh berinisial M yang dilaporkan meninggal dunia di RS Unand, Padang, Bakhrizal menyebutkan, datanya tercatat di Kota Padang.

“Almarhum meninggal tercatat di Gugus Tugas Kota Padang, karena waktu itu swab-nya diambil di Unand Padang. M waktu itu masuk RS karena gejala penyakit lambung,” kata Bahkrizal. (A)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.