opini

Mengenal Pasangan Calon Kepala Daerah Tanah Datar 2021 – 2026


Oleh:
Muhammad Intania, SH
PENDAFTARAN pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar periode 2021-2026 sudah selesai dilaksanakan pada tanggal 4 s/d 6 September 2020 di Kantor KPU Tanah Datar di Pagaruyung.

Pada hari Jum’at, 04 September 2020 tidak ada paslon yang mendaftar. Baru pada hari Sabtu, 5 September 2020 mendaftar 2 (dua) paslon yaitu paslon Eka-Richi pada jam 10.25 dan paslon Betti-Edy pada jam 15.27 WIB.

Hari berikutnya mendaftar paslon Zul-Tani pada jam 16.33 dan disusul pada malam hari oleh paslon Jon-Syafruddin pada jam 21.31 WIB.

Total paslon Bupati- Wakil Bupati yang mendaftar dan diterima pihak KPU Tanah Datar kali ini adalah 4 (empat) pasang.



Dari ke empat pasang paslon tersebut terdata paslon termuda berusia 36 (tiga puluh enam) tahun dan paslon tertua berusia 62 (enam puluh dua) tahun yang diusung oleh partai pengusung masing-masing sebagai kendaraan politik mereka untuk memenuhi persyaratan jumlah kursi yang ditetapkan oleh KPU.

Namun begitu paslon muda belum tentu matang dan akan diuji dalam dinamika pencalonan kali ini, dan pasangan tua belum tentu arif dalam menyikapi perkembangan sistim berdemokrasi kali ini yang banyak dipengaruhi oleh unsur teknologi khususnya peran sosial media. 

Dengan persyaratan kuota jumlah kursi ini dan pemenuhan persyaratan  minimum yang cukup berat, maka menutup kesempatan dari calon independen untuk mendaftarkan diri. Dalam arti lain kesempatan  mencalonkan diri secara individu tidak ada sama sekali.

Dari ke empat pasang paslon tersebut, hanya 1 (satu) kandidat perempuan dan selebihnya diisi oleh kandidat laki-laki. Setidaknya hal ini sudah mengakomodir kesamaan gender bahwa perempuan pun mendapat hak yang sama untuk didukung dan mendaftarkan diri sebagai kandidat orang nomor 1 (satu) di Kabupaten Tanah Datar.


Keseluruhan kandidat/ paslon sudah sarjana dibidangnya masing-masing. Setidaknya hal ini sudah mengisyaratkan calon pemimpin daerah adalah kalangan intelektual yang diharapkan dapat memberikan buah pikiran cemerlang untuk kelangsungan roda pemerintahan di kabupaten ini.

Dari komposisi dukungan partai yang mewakili cakupan suara yang diperoleh pada pemilihan sebelumnya terbaca cukup berimbang. Perlu diingat, para pemilih saat ini tentu telah meluber kembali dan dapat dikelompokkan pada kelompok sbb:

1. Pendukung militan/ setia
2. Pendukung yang kecewa dan pindah dukungan dengan membawa suara lainnya.
3. Pemilih dari partai yang tidak lolos verifikasi
4. Pemilih baru.

Maka para tim sukses/ tim pemenangan harus jeli melihat hal diatas dengan cara:

1. Koordinasi antar tim lebih solid
2. Cepat tanggap/ responsif untuk meng-handle isu / masalah
3. Memiliki jiwa melayani dan merangkul semua elemen masyarakat.

Disamping itu tentunya para paslon harus mencitrakan diri secara positif, jauh dari sikap eksklusif apalagi pada sikap eksklusivisme kelompok / eksklusivisme partai karena paslon hadir untuk menjadi pemimpin daerah nantinya, bukan untuk jadi pemimpin kelompok / partainya. Karena itu paslon harus mampu berbaur dan merangkul semua elemen masyarakat, serta punya jiwa melayani yang kuat.

Melihat kondisi diatas maka menarik untuk diikuti konstelasi pilkada kali ini  baik profil paslon yang diusung, partai pengusungnya, visi dan misi, serta strategi pemenangan yang mereka mainkan.

Selain itu perlu juga disimak dengan adanya partai yang mengundurkan diri dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar, tapi tetap hadir mendukung paslonnya untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Juga menjadi catatan tersendiri adanya Ketua DPC salah satu partai yang beralih dukungan ke kompetitor yang pastinya akan membawa pengaruh cukup signifikan dalam perolehan suara nantinya. ***


1.Sumber: KPU Tanah Datar
2.Dalam tulisan berikutnya penulis akan menuliskan opini penulis terhadap profil paslon. Kita akan    ulas profil dan strategi mereka agar para pemilih nantinya bisa menentukan sikap untuk memilih  dan menaruh harapan untuk Tanah Datar yang lebih baik, lebih maju dan lebih bermartabat.

Catatan ;
Para pembaca/ tim pemenangan dapat memberikan data/ masukkan kepada penulis melalui email: aan.intania@gmail.com sampai tanggal 11 September 2020.



Profil Penulis :



Muhammad Intania, SH
Dilahirkan di Batusangkar, Sumatera Barat pada tahun 1968.

Menyelesaikan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang pada 1995.

Memulai karir di dunia hospitality sebagai Humas di salah satu rumah sakit swasta di kota Pekanbaru dan kemudian melanjutkan karir di bidang SDM Perhotelan diberagam hotel (International & Local Chain Hotels) selama lebih dari 23 (dua puluh tiga) tahun (Pekanbaru, Bintan, Batam, Samarinda, Manado, Makassar, Jakarta, Ternate dan Jambi).

About integritasmedia2016

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.