Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

MITRA

Iklan

Iklan

iklan banner

Tag Terpopuler

Akibat Covid-19, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Sediakan 51 Paket Pelatihan.

Sabtu, 30 Januari 2021 | Januari 30, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-02-27T10:47:45Z

 


Payakumbuh, Integritasmedia.com --- Melihat banyaknya para pekerja di Kota Payakumbuh yang di PHK atau dirumahkan akibat pandemi covid-19, menjadi perhatian serius Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh dengan menyediakan 51 paket pelatihan.

Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh Wal Asri menyebut, 51 paket pelatihan yang dilakukan tersebut merupakan program dari Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Sumbar untuk berbagai bidang yang akan dilaksanakan di BLK Payakumbuh.

"Pelatihan ini memang tidak hanya diperuntukkan kepada masyarakat Kota Payakumbuh saja. Namun, kami akan memaksimalkan pesertanya ini nanti dari Payakumbuh," kata Kepala Disnakerperin Wal Asri diruang kerjanya kepada media, Kamis (21/01).

Dikatakan Wal Asri, kehadiran pelatihan ini memang dibutuhkan di situasi pandemi COVID-19 saat ini. "Memang sudah banyak yang kembali bekerja saat ini. Namun, bagi yang masih belum bekerja dan berminat untuk mengikuti pelatihan ini dipersilahkan untuk mendaftarkan diri," ujarnya.

Bagi yang memiliki usaha di bidang pelatihan yang digelar akan lebih diutamakan sebagai peserta. Harapannya untuk meningkatkan keahlian para pekerja tersebut untuk menghasil produk berkualitas.

Kepala Disnakerperin mengungkap beberapa bidang atau jenis pelatihan yang akan dilaksanakan di BLK Payakumbuh seperti teknisi telepon genggam, pengelasan, mekanik sepeda motor dan pelatihan membuat kue.

"Saat ini yang masih dibutuhkan itu yakni teknisi telepon genggam 20 orang, pengelasan 20 orang, mekanik sepeda motor 11 orang dan membuat kue 17 orang," ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan bisa langsung mendatangi kantor Disnakerperin yang terletak di Padang Kaduduak.

"Tidak ada persyaratan khusus untuk jenjang pendidikan yang diminta. Namun, tentu untuk dapat mengikuti pelatihan ini akan ada penyeleksiannya," ucapnya.

Wal Asri mengatakan pelatihan direncanakan akan dimulai pada Februari mendatang dan ditargetkan dapat selesai sebelum Oktober. Sebab, satu paket pelatihan hanya akan bisa diikuti oleh 16 orang.$A(

iklan banner

Liputan Khusus

Bedah Kasus

iklan banner

Pendidikan

Hukum dan Kriminal

iklan banner
×
Berita Terbaru Update