Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

MITRA

Iklan

Iklan

iklan banner

Tag Terpopuler

Tenaga Pendidik SMA N 1 dan SMK N 1 Gunung Tuleh Diswab

Selasa, 12 Januari 2021 | Januari 12, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-01-13T03:34:17Z

Pasbar, integritasmedia.com - DUA sekolah negeri tingkat SLTA di Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, ikuti test swab di Puskesmas Gunung Tuleh, Selasa (11/1). Dua sekolah itu adalah SMA Negeri 1 Gunung Tuleh dan SMK Negeri 1 Gunung Tuleh.

Mereka yang dites Swab itu adalah Kepala Sekolah (Kepsek) dan para tenaga pendidik (guru) serta tenaga kependidikan (tenaga administrasi) kedua sekolah. Total yang mengikuti test swab itu adalah 89 orang, di adakan di halaman Parkiran Puskesmas Paraman Ampalu, Kecamatan Gunung Tuleh. Ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, yang meminta agar tenaga pendidik dan kependidikan di tingkat SMA/ SMK melaksanakan uji Swab, untuk memastikan aman dari Covid-19 sebelum tatap muka dilaksanakan.

Jon Hardi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat tampak hadir langsung memantau ke lokasi. Kepada median ini, ia mengatakan, Swab ini merupakan perintah dari Gubernur Sumatera Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.

"Dengan koordinasi dengan Cabdin Wilayah VI, maka hari ini kita laksanakan tes swab. Mudah-mudahan berjalan lancar, “ katanya.

Lanjutnya, setelah selesai hasilnya nanti langsung dibawa ke Padang untuk diuji lagi di Laboratorium Universitas Andalas. Kemudian akan menunggu beberapa hari, jelasnya lagi.

Lebih lanjut dikatakan, jika hasilnya sudah keluar, maka kalau ada yang hasilnya positif akan diberitahu dan langkah-langkah cepat yang kita ambil untuk tracking pun selanjutnya sesuai dengan aturan yang ada. Kemudian bisa jadi dilakukan isolasi mandiri dan kalau perlu akan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pasaman Barat.

Di tempat yang sama juga di tambahkan oleh Efriza Destineldi Kepala UPT Puskesmas Paraman Ampalu menjelaskan mengenai sedikit keterlambatan Pelaksanan, sehingga para guru -guru lama menunggu.

Mengapa tidak sesuai dengan jadwal pemberitahuan melalui surat. Menurutnya Ini disebabkan menyangkut teknis. Seperti halnya para petugas yang masih mempersiapkan segala sesuatunya termasuk peralatan, pemakaian APD dan lainnya.  Dia berharap kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan harapan bersama tentunya, “ timpalnya.(ti)

Liputan Khusus

Bedah Kasus

Pendidikan

Hukum dan Kriminal

×
Berita Terbaru Update