Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

MITRA

Iklan

Iklan

iklan banner

Tag Terpopuler

Tanah Datar Dihantam Puting Beliung, Banyak Rumah Masyarakat yang Rusak

Kamis, 01 April 2021 | April 01, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-04-01T08:15:34Z

Tanah Datar, integritasmedia.com - ANGIN kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar pada Rabu (31/3/21) sore hingga Kamis (1/4/21) dini hari mengakibatkan pohon tumbang dan sejumlah rumah warga rusak.

Bahkan pohon yang tumbang tersebut ada yang menimpa sejumlah rumah warga, ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah (BPBD) Tanah Datar Benny Yohenri.

"Selain kerusakan rumah akibat tertimpa pohon tumbang, beberapa rumah juga rusak akibat atapnya lepas diterjang angin," urai Benny Yohenri menjelaskan.

Ditambahkannya, peristiwa angin kencang yang menyebabkan kerugian materiil ini terjadi di beberapa kecamatan di wilayah Tanah Datar. Diantaranya di Kecamatan X Koto, Batipuh, Batipuh Selatan, Salimpaung, Sungai Tarab, Pariangam, Lima Kaum dan Tanjun Baru.

Dikecamatan Salimpaung, bahkan atap atap rumah gadang dan sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan angin kencang ini.

Sedangkan di Kecamatan Batipuh Selatan, angin kencang juga mengakibatkan akses jalan Nagari Sumpur dan Guguak Malalo tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat akibat material pohon tumbang melintang di badan jalan.

Belum dirinci total kerugian akibat peristiwa tersebut, namun ia mengimbau warga untuk selalu waspada karena kondisi cuaca saat ini tidak menentu yang bisa berpotensi terjadinya bencana.

"Melihat kondisi cuaca yang tidak menentu ini masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaapadaan, terutama bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan pohon besar," katanya.


Sementara itu salah seorang warga Kenagarian Salimpaung kapada integritas mengatakan, akibat angin kencang yang melanda daerah itu telah merusak sejumlah bangunan berat karena atapnya diterbangkan angin kencang tersebut, bahkan ada yang rata dengan tanah. 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tetapi untuk saat ini masyarakat yang menjadi korban dalam peristiwa ini sangat membutuhkan bantuan, ankhir Yuli.(ha)

Liputan Khusus

Bedah Kasus

Pendidikan

Hukum dan Kriminal

×
Berita Terbaru Update