Pengairan 3.273 Ha Sawah Masyarakat Tergantung Pada Jaringan DI Sawah Laweh, Kepala BWS Sumatera V Padang Pastikan Pengerjaannya Berjalan Maksimal

"Kunjungan ini dilakukan karena DR. Dian Kamila, ST. MT, selaku Kepala BWS Sumatera V Padang tidak ingin kecewa dan mengecewakan masyarakat dengan hasil pekerjaan yang sangat dibutuhkan oleh orang banyak tersebut. Untuk itu, dia akan terus mengawal dan memantau pekerjaan ini, tekatnya".


Pessel, integritasmedia.com - DALAM rangka mendukung ketahanan pangan dan air secara nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 500.000 hektar irigasi dan merehabilitasi 2 juta hektar jaringan irigasi mulai tahun 2020 hingga 2024 mendatang. Infrastruktur irigasi berupa bendung dan saluran irigasi salah satunya dibangun di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat yakni Daerah Irigasi (DI) Sawah Laweh Tarusan untuk melengkapi fungsi bangunan utama Bendung Batang Tarusan yang telah selesai pada 2017 lalu.


Dan untuk tahun anggaran 2022 ini, Kementerian Pekerjaan Umum kembali menggulirkan dana APBN untuk pekerjaan infrastruktur saluran primer dan sekunder dalam menunjang pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian, untuk mendukung meningkatnya produktivitas pertanian, sekaligus membantu pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19.

Seiring dengan rencana tersebut, DR. Dian Kamila, ST, MT, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, pada Kamis (16/6/22) kemarin kembali berkunjung ke D.I Sawah Laweh, Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, untuk melihat langsung progres pekerjaan fisik kegiatan Pembangunan Jaringan Irigasi Primer dan Sekunder tersebut.


“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Dian Kamila di sela-sela kunjungan tersebut.


Ditambahkannya, peningkatan kapasitas DI Sawah Laweh dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V untuk memenuhi kebutuhan layanan irigasi lahan pertanian dari 2.023 Hektar (Ha) menjadi 3.273 Ha. Dengan begitu, intensitas tanam petani akan meningkat dari semula 110% menjadi 250%. Pembangunan DI Sawah Laweh Tarusan, dengan begitu diharapkan akan dapat meningkatkan produksi sektor pertanian di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya padi dari 2-3 ton/Ha menjadi 5-6 ton/Ha.

"Peningkatan layanan Bendung Batang Tarusan dilakukan dengan membangun jaringan irigasi Sawah Laweh berupa saluran induk, saluran sekunder, dan bangunan irigasi lainnya untuk mengurangi tingkat kehilangan air yang mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani", ungkap Dian Kamila lagi.


Ditegaskannya lagi, kunjungan ini dilakukan karena dia selaku Kepala BWS Sumatera V Padang tidak ingin kecewa dan mengecewakan masyarakat dengan hasil pekerjaan yang sangat dibutuhkan oleh orang banyak. Untuk itu, dia akan terus mengawal dan memantau pekerjaan ini.


Dalam kunjungan tersebut Kepala BWS Sumatera V Padang, Dr. Dian Kamila, ST, MT didampingi oleh Kepala Seksi Pelaksana (PPK) IRRA II, Rinaldi, ST.

Diketahui jaringan irigasi DI Sawah Laweh merupakan areal irigasi dengan sistem gravitasi (pompanisasi) yang mulai dibangun pada tahun 1982 lalu, dan memiliki luas potensial 2.023 Ha. Setelah pembangunan bendungan Batang Tarusan di Tahun 2017 selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan jaringan irigasi berupa saluran primer, saluran sekunder, dan bangunan irigasi lainnya yang masih berlangsung hingga saat ini. 


Pada pembangunan jaringan DI Sawah Laweh Tahun Anggaran 2022 ini, untuk pengerjaan inprastruktur saluran primer dupercayakan kepada PT. Indo Bangun Group dengan anggaran Rp.73.877 Milyar lebih dan untuk jaringan saluran sekunder dikerjakan oleh PT. Bina Cipta Utama dengan nilai kontrak Rp.73.900 Milyar lebih. 


Sementara itu PPK Irigasi Rawa II, Rinaldi, ST, kepada integritasmedia menyampaikan ucapan, “Terimakasih atas dukungan semua elemen masyarakat yang telah mendukung kegiatan pekerjaan ini, sehingga progres pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lancar dan baik”.


Ditambahkannya, bahwa keberadaan jaringan irigasi Sawah Laweh, Kecamatan Koto XI Tarusan ini memiliki dampak yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena lebih kurang seluas 3.300 Ha lahan persawahan masyarakat akan mampu dialiri air yang bersumber dari saluran irigasi Sawah Laweh, hal tersebut tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Sebelumya Kepala BWS Sumatera V Padang DR. Dian Kamila, ST, MT, juga telah melakukan kunjungan pada Paket Pekerjaan Pembangunan Jaringan Irigasi Sekunder D.I Sawah Laweh, pada Rabu (18/5/22) kemarin yang juga didampingi oleh PPK Irigasi dan Rawa II beserta staf.(ha)

1 Komentar

  1. CNC milling machines are used to create components with flat surfaces by chopping materials on a still or rotating milling table. In contrast to CNC lathes, which create components by chopping them on a rotating lathe, CNC mills use chopping instruments that transfer in two or extra axes to create the specified shape. CNC machine instruments might embody mills, lathes, routers, grinders, and many of|and plenty of} others. The precision Reusable Shower Caps and repeatability provided by CNC machining makes it these instruments common within the fabrication of precise metallic and plastic components and parts. Machining is a producing process used to supply merchandise, components, and designs by eradicating layers from a workpiece. There are several of} kinds of machining that embody the usage of} a power driven set of machining instruments to chip, cut, and grind to alter a workpiece to satisfy specific necessities...

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama