Erizal Chaniago, Melestarikan Adat, Budaya Serta Seni Dapat Menjadi Upaya Memperkuat Pembangunan



Payakumbuh, Integritasmedia.com-Erizzal Chaniago caleg Gerindra nomor  urut 2 dari Partai Gerindra putra putra Luhak Limopuluah yang kampung  halamannya di Kubu Gadang Kota Payakumbuh kelahiran Pare-Pare ingin membangun kampung halamannya dengan ikut serta dalam pesta demokrasi dengan pemilu legistatif yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Januari 2024 mendatang.


Disampaikannya kepada awak media kemaren, bahwa keinginannya untuk membangun kampung halaman salah satunya adalah dengan menjadi anggota DPR-RI, sehingga jika diadi izinkan oleh Allah SWT serta diberikan amanah oleh masyarakat, maka dia akan memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan menggaet APBN ke daerahnya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh daerah setempat.



Lebih lanjut  disampaikannya bahwa salah satunya niatnya adalah melestarikan, memperkuat, memperhatikan dan memajukan kebudayaan dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat pembangunan. Disisi lain dia juga akan infra struktur pisik, berupa jalan, karena jalan merupakan urat nadi dalam  meningkatkan  ekonomi masyarakat, serta infra struktur non pisik lainnya dalam peningkatan ekonomi masyarakat.



Disampaikannya bahwa tentang implementasi budaya telah tertuang dalam UU No 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan disahkan 21 April 2017 . Dan Undang-undang itu sejatinya menjadikan kebudayaan sebagai arus utama dalam pembangunan .


Dikatakannya bahwa di Minang Kabau terdapat KAN ( Kerapatan Adat Nagari ), yang merupakan suatu lembaga adat yang ada di tiap-tiap Nagari di Sumatera Barat. Kerapatan Adat Nagari ( KAN )adalah lembaga perwakilan permusyawaratan dan permufakatan adat tertinggi, yang telah ada dan diwarisi secara turun temurun di tengah-tengah masyarakat Nagari di Sumatera Barat,KAN bertugas sebagai penjaga dan pelestari adat dan budaya Minang Kabau.kaum adat, di mana status penghulu (pemimpin adat) diwariskan secara turun-temurun sesuai adat matrilineal.


Disampaikannya bahwa di Minang Kabau ada istilah tigo tungku sajarangan dan tali tiigo sapilin, yang artinya adalah cerdik pandai,  alim ulama dan kaum.adat.
Ketiga unsur kaum tersebut adalah penentu bagi perjalanan dan perkembangan kehidupan masyarakat Minangkabau sejak dahulu kala hingga kini. Ketiga unsur kepemimpinan tersebut bermusyawarah di Balai Kerapatan Adat Nagari (KAN) dalam mencari solusi dan penyelesaian dari setiap permasalahan yang ada dalam masyarakat lingkup Nagari atau lingkup yang lebih luas lainnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama