Meminimalisir Dampak Bencana Galogo, Pemkab Tanah Datar Usulkan Pembangunan 8 Sabo Dam dan Pemasangan EWS

Bupati Eka Putra dan Kapolres Tanah Datar bersama masyarakat Pasie Laweh saat meninjau bantaran Batang Bangkahan.(foto-hms-td)

Tanah Datar, integritasmedia.com - KEBERADAAN sabo dam diyakini dapat meminimalisir dampak dari bencana alam, seperti banjir bandang (galodo) yang melanda beberapa kawasan di Sumatera Barat, pada Sabtu (11/5/24) kemarin.


Dan, Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah. Karena sebahagian daerahnya yang dilanda galodo tersebut berada di kawasan Gunung Marapi, serta banyaknya sungai yang berhulu dari gunung tersebut.


Sebenarnya sudah ada dua buah bangun sabo dam di aliran sungai-sungai di daerah itu, yakni di Sungai Jambu dan di Pasie Laweh. 


"Sabo dam yang di Sungai Jambu  kemarin hancur akibat dihantan galodo. Beruntung, sabo dam yang di Pasie Laweh dapat bertahan dari bencana tersebut. Bahkan, mampu mengurangi dampak dari bencana itu", ungkap Bupati Tanah Datar Eka Putra,


Dilanjutka, pembangunan sabo dam ini harus disegerakan, karena di hulu sungai-sungai tersebut saat ini sudah banyak terjadi longsor. 


"Dari 8 sabo dam yang kami usulkan, semuanya harus disegerakan untuk dibangun. Salah satu contohnya Batang Sigarunggung, setelah survei ternyata di hulu sungai ini sudah banyak terjadi longsoran", terangnya lagi.


Berikut 8 sabo dam yang telah diusulkan Pemerintah Daerah Tanah Datar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Republik Indonesia, untuk dibangun pada tahun 2024 sampai 2026 nanti adalah Batang Sigarunggung, Batang Sungai Jambu, Batang Bangkaweh, Batang Bangkahan, Batang Malana, Batang Anai, Batang Pagu-pagu dan Batang Arau. 


Sensor EWS Segera Dipasang di Nagari Pasie Laweh 

Bahkan dalam waktu dekat Pemkap Tanah Datar bersama BNPB juga akan memasang alat Sistem Peringatan Dini Early Warning System (EWS) yang merupakan serangkaian sistem untuk memberitahukan akan timbulnya bencana alam, kata Bupati Eka Putra, saat mengecek bantaran Batang Bangkahan dikawasan Nagari Pasie Laweh dan Rao-rao, Rabu (22/5/24) sore.


Bupati Eka Putra, bersama Dandim 0307, Kapolres, Kalaksa BPBD, Ketua TP-PKK Tanah Datar, Camat Sungai Tarab, Walinagari Pasie Laweh dan Walinagari Rao-Rao, saat mengecek bantaran sungai dikawasan Nagari Pasie Laweh.(foto-hms-td)


"Dalam waktu dekat ini, Pemerintah Daerah bersama BNPB akan memasang alat EWS di Nagari Pasie Laweh dan Nagari Rao-rao untuk mendeteksi bencana yang akan terjadi, untuk itu mohon dukungan dan komitmen dari masyarakat untuk menjaga alat tersebut," harap bupati.


Lebih lanjut bupati menerangkan, EWS ini sekaligus merupakan serine direncanakan dipasang di Ladang Baringin di lokasi sabo dam saat ini, serine juga akan dipasang pada beberapa titik di  Nagari Pasia Laweh dan Nagari Rao-rao.


"Mudah-mudahan alat ini, segera bisa dimanfaatkan, karena alat tersebut sangat menguntungkan bagi kita semua, ketika terjadi berbagai bencana alam," ujar bupati. 


Ketika itu, Bupati Eka Putra juga menghimbau kepada masyarakat selalu siaga. "Apabila curah hujan yang tinggi diharapkan untuk menjauh dari aliran sungai dan mencari tempat aman", pungkasnya.


Sementara itu, Walinagari Pasie Laweh Hidayat menyambut baik apa yang disampaikan Bupati. "Terimakasih pak Bupati, kami bersama masyarakat menyambut baik pemasangan alat peringatan dini bencana tersebut, dan kami bersedia untuk menjaga demi keselamatan kita semua," ucapnya.(henni andri)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama