Pemko Bukittinggi Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting




Pemko Bukittinggi Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting


Bukittinggi, Integritasmedia.com - Pemerintah Kota Bukittinggi terus memperkuat langkah konkret dalam menurunkan angka stunting melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kota.

Rapat ini dilaksanakan pada Selasa, 29 Juli 2025, di Hotel Dymens, dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis.

Dalam arahannya, Wawako Ibnu Asis menegaskan bahwa stunting bukan hanya sekadar persoalan pertumbuhan anak, tetapi merupakan indikator kompleks yang berkaitan dengan masalah gizi kronis, pola asuh, akses terhadap layanan kesehatan, hingga sanitasi lingkungan.

Oleh karena itu, percepatan penanganan stunting harus menjadi agenda prioritas pembangunan daerah.

“Stunting memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak dan masa depan daerah. Penanganannya memerlukan pendekatan yang terintegrasi, melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, kader kesehatan, PKK, hingga masyarakat di tingkat keluarga,” ungkap Ibnu Asis.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antar perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjalankan program berbasis data serta memperkuat peran kader Posyandu, Bina Keluarga Balita, dan Dasawisma.

Rapat koordinasi ini, menurutnya, menjadi momen penting untuk menyatukan strategi dan memastikan intervensi yang dijalankan tepat sasaran.

“Dengan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan, saya yakin kita mampu menciptakan generasi Bukittinggi yang sehat, unggul, dan berdaya saing,” tambahnya.

Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, dalam kesempatan yang sama memaparkan bahwa prevalensi stunting di Bukittinggi mengalami penurunan dari 20,1% pada tahun 2023 menjadi 16,8% pada tahun 2024.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan harus terus dilakukan agar capaian ini lebih merata di seluruh kelurahan.

“Rapat ini menjadi wadah penting untuk mengevaluasi dan merancang langkah-langkah yang lebih efektif. Kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat agar penurunan stunting bisa berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.(A)

Post a Comment

أحدث أقدم