![]() |
| Warga Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, saat goro membuat tanggul darurat secara manual (foro-TP/BSB) |
Padang, integritasmedia.com - BELUM hilang rasa penat di badan, setelah lebih dari tiga minggu membersihkan rumah tempat bernaung dari sisa-sisa material banjir bandang. Bahkan rasa takut dalam jiwa juga belum pupus, khawatir akan datangnya galodo susulan.
Kini, perasaan kecewa, dongkol, dan "berang" kembali bergayut di hati masyarakat Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, setelah onderdil alat berat yang membantu mereka melakukan pembersihan tiba-tiba hilang.
Padahal mereka masih dihantui oleh bencana susulan di tengah ancaman cuaca ekstrem, makanya warga terpaksa berjibaku melawan alam dengan peralatan seadanya setelah bantuan alat berat tidak dapat dioperasikan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Upaya ini dilakukan demi membuat tanggul darurat. Pasalnya, aliran Sungai Guo kini terpecah akibat terjangan banjir bandang, yang mengancam pemukiman warga.
Kondisi sungai yang tidak beraturan tersebut membuat warga tidak punya pilihan lain. Jika aliran air tidak segera dikembalikan ke jalur utama, rumah-rumah di sekitar lokasi dipastikan akan hancur dihantam arus sungai Guo jika hujan lebat kembali turun.
Gotong royong ini dilakukan warga pada Rabu (24/12/25) kemarin. Tanpa bantuan mesin, puluhan warga turun ke sungai untuk memindahkan bongkahan batu dan kayu besar hanya dengan mengandalkan kekuatan tangan.
Disela-sela kegiatan tersebut, Ketua RT 02, RW 06 Adenan Syahputra menceritakan kisah pilu di balik tidak beroperasinya alat berat di lokasi tersebut.
Ternyata, tindak kriminal menjadi penyebab utama penderitaan warga bertambah seperti saat ini.
Ia menjelaskan bahwa sebenarnya alat berat sudah masuk dan bekerja selama tiga hari di lokasi sejak tanggal 5 Desember kemarin. Namun, bantuan itu terhenti secara tragis pada tanggal 9 Desember subuh.
"Pada 9 Desember subuh itu, kami mendapati accu (aki) alat berat tersebut sudah hilang diambil orang. Padahal baru tiga hari membantu kami di sini," ujar Adenan Syahputra lagi.
Kejadian ini berimbas pada keselamatan warga. Akibat kehilangan komponen vital tersebut, bantuan alat berat lainnya kini menjadi enggan untuk masuk ke wilayah Lubuk Manggu karena faktor keamanan.
Hingga saat ini, upaya warga untuk mencari keberadaan aki yang hilang tersebut tidak membuahkan hasil. Sementara itu, usulan bantuan alat berat yang baru dari pemerintah daerah pun belum kunjung terealisasi.
"Kami sudah gotong royong dua kali pakai tangan. Kami sangat memohon bantuan pemerintah, khususnya Kota Padang, untuk dapat mengirimkan kembali alat berat," harapnya mengakhiri.(TP/hen)
#PemkoPadang #Goro #PeralatanSeadanya #SungaiGuo #MasyarakatLapauMunggu #KelurahanKuranji #KecamatanKuranji #AlatBerat #AkiHilang

Posting Komentar