Agam, integritasmedia.com--Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta turun langsung memantau dampak bencana alam sekaligus mengikuti doa bersama bagi para korban banjir bandang (galodo) ke Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (30/12/2025).
Kunjungan tersebut dimulai sejak pagi hari. Sekitar pukul 09.05 WIB, Kapolda Sumbar beserta rombongan mendarat menggunakan helikopter di Lapangan Sepak Bola PAKOGA, Padang Koto Gadang, Nagari Salareh Aia Utara.
Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sumbar, di antaranya Karolog, Dirlantas, Kabidhumas, Dansat Brimob, Kabid Dokkes, serta Kapolresta Bukittinggi.
Setibanya di Palembayan, Kapolda langsung meninjau Posko Tanggap Bencana Polres Agam di Padang Koto Gadang, dilanjutkan dengan kunjungan ke hunian sementara (huntara) di Lapangan SDN 05 Kayu Pasak.
Rombongan kemudian bergerak ke Masjid Raya Kampung Tangah, Salareh Aia Timur, lokasi utama doa bersama untuk korban bencana.
Kasat Intelkam Polres Agam IPTU Dedi Arisandhi, mengatakan, kehadiran Kapolda Sumbar memberikan dampak psikologis yang besar bagi masyarakat terdampak bencana.
“kunjungan langsung Bapak Kapolda ke Palembayan memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat. Kehadiran pimpinan Polri di tengah korban bencana, ditambah doa bersama dan makan bersama, sangat efektif menurunkan trauma serta potensi keresahan sosial pascabencana", ujar IPTU Dedi kepada awak media.
Sementara itu, Kapolres Agam AKBP Muari, S.I.K. menegaskan bahwa kunjungan Kapolda Sumbar menjadi bentuk evaluasi langsung terhadap penanganan bencana yang telah dilakukan di lapangan.
“Bapak Kapolda ingin memastikan seluruh langkah penanganan bencana berjalan optimal, mulai dari kesiapan posko, kondisi huntara, hingga akses infrastruktur yang terdampak. Kehadiran beliau juga menjadi penyemangat bagi personel Polri dan masyarakat yang saat ini masih dalam masa pemulihan", kata AKBP Muari.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumbar bersama Kapolres Agam juga menyiapkan 15 ekor kambing yang dimasak menjadi gulai dan sate.
Makanan tersebut dibagikan kepada masyarakat dan dinikmati bersama saat pelaksanaan doa bersama.
Kapolres Agam menambahkan, kegiatan doa bersama dan makan bersama memiliki makna penting bagi pemulihan sosial masyarakat pascabencana.
“selain bantuan fisik, masyarakat juga membutuhkan penguatan mental dan spiritual. Doa bersama ini menjadi sarana mempererat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan kembali optimisme warga untuk bangkit", ujarnya.
Tak hanya itu, Kapolda Sumbar juga menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah bagi warga terdampak banjir bandang, berupa tujuh karung sajadah, lima karung mukena, serta lima karton kain sarung.
Seluruh bantuan ditempatkan di Masjid Raya Kampung Tangah untuk dimanfaatkan masyarakat.
Menurut IPTU Dedi, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan kehadiran negara secara nyata di wilayah terdampak bencana.
“peninjauan posko, huntara, jembatan yang putus, hingga penyaluran bantuan sosial dan keagamaan memperlihatkan Polri hadir secara humanis dan responsif. Ini juga menutup ruang munculnya narasi negatif atau provokasi di tengah masyarakat", jelasnya.
Usai kegiatan di masjid tersebut, Kapolda Sumbar kembali meninjau jembatan putus di Nagari Subarang Aia. Sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolda beserta rombongan bertolak kembali ke Kota Padang menggunakan kendaraan roda empat.
Meski situasi keamanan terpantau kondusif, IPTU Dedi menyebut pihaknya tetap melakukan pemantauan intelijen secara berkelanjutan.
“masih ada potensi kerawanan lanjutan, seperti dampak bencana susulan, keterbatasan infrastruktur, dan potensi kecemburuan sosial terkait bantuan. Kami akan terus melakukan deteksi dini agar situasi tetap aman dan kondusif", pungkasnya. (Ayang/Natra)


إرسال تعليق