Bukittinggi,Suasana haru menyelimuti Jorong Uba, Nagari Koto Tangah, Rabu (3/12/2025).Warga yang beberapa hari terakhir berjuang memulihkan diri dari terjangan banjir, akhirnya mendapat suntikan semangat baru ketika rombongan Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Anggota DPRD Sumbar, Yesi Endriani, Aspenda, dan Yayasan Perempuan Amanah Minang (YPAM) tiba membawa bantuan dan dukungan moral.
Banjir yang melanda wilayah ini bukan hanya merendam rumah warga, tetapi juga memporak-porandakan harapan banyak keluarga.
Puluhan hektare sawah sumber penghidupan utama masyarakat tenggelam dan tak bisa ditanami. Bahkan, 36 hektare di antaranya terancam gagal panen akibat serangan hama tikus pascabencana.
Di tengah kelelahan warga menghadapi kenyataan pahit itu, kehadiran Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias membawa sedikit cahaya.
“Kami turut berduka atas musibah yang dialami warga Uba. Hari ini kami datang tidak hanya membawa bantuan, tetapi membawa rasa kebersamaan. Bencana ini menyentuh hati kita semua,” ujar Ramlan dengan nada penuh empati.
Rombongan menyerahkan bantuan berupa paket sembako, pakaian, hingga family kit yang sangat dibutuhkan warga dalam masa darurat.
Ramlan berharap bantuan tersebut dapat menjadi penopang di tengah suasana duka yang belum sepenuhnya reda.
Kami tahu betapa beratnya kehilangan hasil sawah dan tempat tinggal yang ikut terendam. Semoga bantuan ini sedikit menguatkan,” tambahnya.
Di sisi lain, Amrizal Gunawan Dt. Maruhun Basa, Wali Nagari Koto Tangah, tak mampu menyembunyikan rasa haru saat menyambut rombongan.
Baginya, perhatian dari berbagai pihak ini menjadi tanda bahwa warga Uba tidak menghadapi musibah ini sendirian.
Kehadiran Bapak Wali Kota, Aspenda, YPAM, dan Ibu Yesi dari DPRD Sumbar benar-benar menjadi penghibur di tengah kesedihan warga kami. Terima kasih atas uluran tangan dan kepeduliannya,” ungkapnya.
Bantuan tersebut langsung didistribusikan kepada warga terdampak. Di tengah kondisi sulit, kedatangan rombongan membawa harapan baru bahwa pemulihan bukan hanya mungkin, tetapi sedang dimulai.
Musibah boleh merenggut harta benda, tetapi solidaritas dan rasa kemanusiaan terbukti tetap menjadi kekuatan yang tak bisa dipatahkan.(A)

إرسال تعليق