Strategi Dinas PUPR Antisipasi Bencana Dan Kerusakan Infrastruktur di Payakumbuh



                  Kadis PUPR Muslim, ST, M.Si


Payakumbuh, Integritasmedia com-Intensitas curah hujan yang sangat tinggi pada  tahun 2026 mengakibatkan terjadinya sejumlah kejadian banjir, genangan air, serta kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah Kota Payakumbuh. Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya debit air sungai dan saluran drainase yang tidak mampu menampung limpasan air hujan dalam waktu singkat, yang diperparah oleh adanya penumpukan sampah di sejumlah saluran drainase.



Banjir dan genangan air tercatat terjadi di beberapa lokasi, antara lain Jalan Hasanuddin, Jalan Khairil Anwar, Jalan Jeruk, serta kawasan Kampuang Tarandam. Di lokasi-lokasi tersebut, aliran air tersumbat akibat sampah dan material lainnya yang menghambat fungsi drainase, sehingga menyebabkan genangan air dan mengganggu aktivitas masyarakat.



Selain itu, intensitas hujan yang tinggi juga mengakibatkan keruntuhan tebing Sungai Batang Agam, yang menyebabkan material bambu yang berada pada tebing Sungai hanyut terbawa arus sungai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerusakan lanjutan apabila tidak segera ditangani. Kerusakan infrastruktur lainnya juga terjadi pada saluran irigasi Daerah Irigasi (DI) Padang Kasai, di mana runtuhnya sebagian saluran mengganggu fungsi pengairan dan berpotensi berdampak pada sektor pertanian masyarakat.



Dampak cuaca ekstrem tersebut juga menyebabkan kerusakan badan jalan di beberapa ruas, di antaranya Jalan Imam Bonjol, Jalan Prof. Hamka, Jalan Sudirman, Jalan Soekarno Hatta, Jalan A. Yani, serta Jalan Pacuan. Kerusakan berupa lubang dan pengelupasan lapisan permukaan jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Payakumbuh bergerak cepat melakukan penanganan darurat untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan serta menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.


Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam merespons kondisi darurat akibat cuaca ekstrem. “Curah hujan dengan intensitas tinggi pada awal tahun ini menyebabkan banjir, genangan air, serta kerusakan infrastruktur di beberapa titik Kota Payakumbuh. Dinas PUPR segera melakukan penanganan darurat agar dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan dan fungsi infrastruktur tetap terjaga,” ujarnya.


Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Dinas PUPR Kota Payakumbuh segera menurunkan petugas lapangan beserta peralatan untuk melakukan penanganan darurat di lokasi-lokasi terdampak. Upaya penanganan yang telah dan sedang dilaksanakan meliputi pembersihan saluran drainase dari sedimen dan sampah, pemeliharaan jaringan irigasi, normalisasi sungai, serta pengamanan pada titik-titik rawan banjir dan longsor.

           

Pembersihan sampah dan sedimen pada saluran drainase oleh petugas lapangan Dinas PUPR


Untuk penanganan keruntuhan tebing Sungai Batang Agam dan saluran irigasi DI Padang Kasai, Dinas PUPR melaksanakan gotong royong bersama masyarakat setempat, untuk pembersihan material hanyut, pengamanan sementara tebing sungai, serta pemulihan fungsi saluran irigasi. Pelaksanaan gotong royong dengan melibatkan Masyarakat ini menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan di lapangan.


Gotong royong membersihkan material bambu yang hanyut

  

Gotong royong perbaikan saluran irigasi DI Padang Kasai

Sementara itu, untuk kerusakan jalan, Dinas PUPR Kota Payakumbuh melakukan perbaikan sementara dengan menggunakan aspal Cold Mix, sehingga ruas-ruas jalan yang terdampak tetap dapat dilalui dan risiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan sambil menunggu penanganan permanen.

     

.       Patching (Tambal Sulam) permukaan          jalan


Dalam pelaksanaan penanganan bencana tersebut, Dinas PUPR Kota Payakumbuh terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta instansi terkait lainnya, sehingga penanganan dapat dilakukan secara terpadu, cepat, dan responsif.


Ke depan, Dinas PUPR Kota Payakumbuh akan terus melakukan pemantauan pascabencana serta menyiapkan langkah-langkah lanjutan berupa perencanaan perbaikan permanen infrastruktur, peningkatan infrastruktur jaringan drainase, normalisasi atau penguatan tebing sungai, serta peningkatan upaya mitigasi bencana. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam mewujudkan infrastruktur kota yang tangguh dan adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem.


Pada kesempatan tersebut, Dinas PUPR Kota Payakumbuh juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur di lingkungan masing-masing, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase, sungai, dan fasilitas umum lainnya. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga fungsi infrastruktur agar tetap optimal dan mengurangi risiko banjir di masa mendatang.(Prwra/Ac Dt)

Post a Comment

أحدث أقدم