Wabup Agam Bertemu dr Ribka Tjiptaning di Lokasi Bencana Maninjau

 


Agam, Integritasmedia.com--Wabup Agam M. Iqbal bertemu Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak, di lokasi bencana banjir bandang di dekat Jembatan Batang Muaro Pisang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (3/1/2026) sore.



Pertemuan itu terjadi saat Wabup Agam meninjau proses pembersihan material banjir bandang yang menimbun akses jalan provinsi Lubuk Basung--Bukittinggi.


Di lokasi tersebut, dr Ribka juga turun langsung memantau aktivitas tim medis PDI Perjuangan yang memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak.


Iqbal mengatakan, Pemerintah Kabupaten Agam menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan PDI Perjuangan dalam penanganan bencana banjir bandang dan galodo di kawasan Maninjau.


"Kita berterima kasih kepada siapa pun yang datang membantu. Pemerintah daerah menerima dengan tangan terbuka. Termasuk tambahan relawan medis dari salah satu partai politik, kali ini dari PDI Perjuangan,” kata Iqbal kepada wartawan di lokasi.


Menurutnya, dalam kondisi darurat bencana, yang paling dibutuhkan adalah empati dan kepedulian bersama tanpa melihat latar belakang.


"Dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan adalah simpati dan kepedulian semua pihak. Intinya, kita membuka lebar pintu kepedulian dari siapa pun,” tegasnya.


Iqbal juga mengungkapkan kedekatan personalnya dengan dr Ribka Tjiptaning. Keduanya pernah sama-sama bertugas di DPR RI.


"Beliau Ketua Komisi IX saat itu, dan saya anggota Komisi IX. Jadi sudah lama saling mengenal,” ujarnya.


dr. Ribka Tjiptaning merupakan politikus senior yang tiga kali menjabat anggota DPR RI. Ia pernah memimpin Komisi IX DPR RI selama dua periode dan kembali menjadi anggota Komisi IX pada periode 2019–2024.


Sementara itu, PDI Perjuangan mengerahkan tim medis untuk membantu warga terdampak banjir bandang dan longsor di Maninjau. 


dr Ribka Tjiptaning turun langsung memimpin pelayanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis bagi masyarakat.


Layanan kesehatan diberikan di posko pengungsian hingga ke permukiman warga yang sulit dijangkau akibat tertutup material lumpur dan batu. Tim medis menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan pascabencana.


Dalam arahannya kepada para relawan, dr Ribka menegaskan bahwa misi kemanusiaan menuntut kesiapan fisik dan mental yang kuat.


“Dalam kondisi bencana, kenyamanan pribadi bukan prioritas. Yang utama adalah memastikan rakyat mendapat pertolongan,” ujar dr Ribka.


Galodo di kawasan Maninjau sebelumnya mengakibatkan rusaknya rumah warga, fasilitas umum, serta terputusnya akses jalan akibat timbunan material dari Sungai Batang Muaro Pisang. (Jet)

Post a Comment

أحدث أقدم