![]() |
| Pemko Padang bersama jajaran TPID menyusun strategi melawan lonjakan harga melalui High Level Meeting, pada Kamis (7/5/26). (Foto-kominfo pdg) |
Padang, integritasmedia.com - UNTUK memberikan kenyamanan pada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman dan surplus secara nasional. Berdasarkan data per Mei 2026, stok pangan strategis nasional seperti beras, daging ayam, telur, dan gula tercatat surplus. Bahkan, pemerintah juga memastikan pasokan BBM dan LPG aman selama periode Hari Raya Kurban tersebut, sehingga masyarakat dapat menjalankannya dengan tenang.
Dan untuk Kota Padang, menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini, Pemerintah Kota Padang bersama jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bergerak cepat mengamankan stabilitas ekonomi warga melalui High Level Meeting (HLM) untuk menyusun strategi tempur melawan lonjakan harga, pada Kamis (7/5/26) di Gedung Putih Kediaman Resmi Walikota.
Pertemuan tersebut langsung dipimpin oleh Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir, dan dihadiri unsur Forkopimda, Bank Indonesia, Bulog, BPS, hingga Pertamina.
Meski harga ayam dan telur mulai melandai, TPID masih memberikan rapor kuning untuk harga cabai yang fluktuatif. Namun, yang menjadi sorotan hangat dalam pertemuan tersebut justru isu energi dan distribusi.
Maigus Nasir memberikan peringatan keras terkait kabar pengoplosan LPG 3 kg bersubsidi ke tabung non-subsidi secara nasional.
"Ini disinyalir jadi penyebab hilangnya pasokan tabung 'melon' di pasaran. Kita harus awasi ketat di lapangan agar hak masyarakat kecil tidak dirampas," tegasnya.
Selain gas, antrean panjang Biosolar di SPBU juga menjadi perhatian karena mulai mengganggu lalu lintas. Pemko mendesak Pertamina untuk transparan soal kuota, sekaligus meminta Dinas Pangan memastikan nelayan tetap mendapatkan jatah BBM subsidi mereka.
Di paparannya, Maigus Nasir memetakan tiga faktor utama yang berpotensi menggoyang stabilitas ekonomi Padang dalam waktu dekat. Seperti konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia dan tiket pesawat. Kemudian lonjakan permintaan hewan kurban dan bahan pangan pokok. Termasuk fluktuasi harga BBM yang otomatis mengerek biaya angkut barang.
Tak ingin hanya mengandalkan pasar, Pemko Padang terus menggalakkan solusi jangka panjang melalui Urban Farming. Berkolaborasi dengan Bank Indonesia, program ini sudah melibatkan 200 Kepala Keluarga dari komunitas Majelis Taklim sejak bulan Ramadan lalu.
"Tujuannya satu, ketahanan ekonomi keluarga. Kalau masyarakat bisa tanam cabai sendiri di rumah, mereka tidak akan pusing lagi saat harga di pasar sedang 'pedas'," ucap Wawako.
Melalui pertemuan tingkat tinggi ini, TPID Kota Padang berkomitmen memastikan warga dapat merayakan Iduladha dengan tenang, tanpa dihantui kelangkaan barang maupun harga yang mencekik kantong.(Defrianto/Charlie/hen)
#PemkoPadang #WawakoPadang #TPIDKotaPadang #JelangIdulAdha #PerkuatPengawasan #StokPangandanEnergi #HighLevelMeeting

Posting Komentar