![]() |
| Foto ilustrasi (insert) Epi Radisman SH. |
Sijunjung, integritasmedia.com - DIANTARA masa jabatan ke dua bupati Benny Dwifa Yuswir dan kolega mulai berkemas. Benny terpulih untuk kedua kali bersama pasangannya Iradatillah.
Pada massa jabatan ke dua tahun 2025 lalu warga sudah langsung diberi kejutan dengan pembelian mobil dinas (mobnas) Bupati yang cukup fantastis.
Mobnas Hyundai Palisade yang diperuntukan buat bupati Benny ditaksir harga pasarannya mencapai Rp1,3 miliar per unit.
Pengadaan kendaraan mewah ini menuai kecaman dari berbagai kalangan. Pembelian mobnas dinilai tidak sejalan dengan semangat efesiensi anggaran yang didorong oleh pemerintah pusat.
Hyundai Palisade ini juga ditenggarai merupakan produk impor utuh Completely Built-Up (CBU) yang belum memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal sebesar 25 persen.
Diketahui sebelumnya, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sijunjung Aprizal PB juga sempat mempertanyakan pembelian mobnas yang cukup kontroversial ini. Keputusan Pemerintah Kabupaten Sijunjung membeli mobil dinas mewah senilai sekitar Rp1,3 miliar tersebut diketahui dibeli pada November 2025, saat pemerintah pusat tengah gencar mendorong efisiensi anggaran di berbagai daerah.
Menurut anggota dari Fraksi PAN tersebut, Banggar DPRD Sijunjung hanya mengetahui pengadaan untuk pembelian kendaraan Mitsubishi Pajero 4×4 dengan nilai di bawah Rp1 miliar bukan Hyundai Palisade yang merupakan mobil impor kelas premium.
Perbedaan ini memunculkan sejumlah dugaan diantaranya ketidaksesuaian antara dokumen anggaran dan realisasi, kemungkinan adanya informasi yang tidak transparan dalam pembahasan, serta potensi pelanggaran prosedur.
Dikutip dari berbagai sumber, Pejabat Pembuat Komitmen dari BKAD Sijunjung, Mulyadi Hendri mengonfirmasi bahwa pembelian mobil tersebut memang dilakukan pada anggaran yang tercantum dalam APBD Perubahan 2025 nilai sekitar Rp1,3 miliar.
Belum selesai masalah mobnas, kini muncul lagi kontroversial yang diduga dilakukan sang bupati. Sebagai seorang mantan birokrat yang menjadi bupati seharusnya dia tidak melakukan usaha lain, salahsatunya bisnis kandang ayam.
"Beda dengan daerah lain, bupati Benny berlatar belakang birokrat yang jadi pengusaha setelah menjadi bupati," kata pemuka masyarakat yang juga praktisi hukum Epi Radisman SH di Muaro Sijunjung, Jumat (29/05/2026).
Bisa jadi lanjutnya lagi, "mobnas itu diakhir massa jabatan Benny nanti dilelang buat dirinya. Sementara nasib daerah tak terpikirkan."
"Kandang ayam bupati itu berisi sekitar 30 ekor ayam, sungguh luar biasa untuk MBG sehingga pemasok lain kesulitan bisa masuk, pungkasnya.
Apa yang dilakukan Benny ini juga diikuti oleh jajaran dibawahnya, semisal Kadis Perkim dan LH Arif Meigayanto yang juga membuka hektaran lahan sawit menjelang masa pensiun.
Info terbaru, seorang oknum Dirut RSUD juga tengah melakukan usaha buka lahan sawit di ranah lansek manih ini.
"Nasib anak buah (karyawan) tak dipikirkan, setiap rapat dengan kita selalu tidak hadir. Kini malah buka lahan sawit sekitar 20 hektar di Pudak," kecam karyawan rumah sakit yang tak mau disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan belum dapat konfirmasi pasti dari pihak terkait. Benar atau tidak hanya waktulah yang bisa menjawab.(db)
#Sijunjung #MobnasBupati #HyundaiPalisade #BanggarDPRDSijunjung

Posting Komentar