Perkuat Peran Strategis, Penyuluh Agama Tanah Datar Sasar Penguatan Kapasitas Guru

Forum diskusi IPARI di Aula Kantor Kemenag, Kamis (8/5/26). (Foto-hms kemenag td)


​Batusangkar, integritasmedia.com -  BUKAN tidak mungkin kedepannya penyuluh agama Islam yang selama ini berdakwah di kalangan siswa, akan juga menyasar kelompok guru baik di madrasah maupun lembaga pendidikan non-formal. Dalam forum diskusi bersama IPARI di Aula Kantor Kemenag, Kamis (8/5/26), ditekankan pentingnya tugas penyuluh dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman di lokasi binaannya.


​Pertemuan rutin ini menjadi wadah bagi penyuluh dari 14 KUA se-Kabupaten untuk menyelaraskan tugas hariannya dengan visi misi Kemenag. Diskusi hangat tersebut difokuskan pada upaya sinkronisasi program kerja tingkat kabupaten agar memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat luas.


​"Kita perlu memetakan penyuluh yang memiliki keilmuan khusus, seperti di bidang tafsir maupun fikih untuk nantinya berbagi ilmu kepada yang lain, terutama guru madrasah," ujar Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias dalam arahannya. Melalui kolaborasi ini, mata pelajaran umum diharapkan dapat diintegrasikan dengan konsep fiqih mahabbah dalam kurikulum berbasis cinta (KBC) yang sedang diterapkan.


​Forum rutin ini juga diharapkan menjadi sarana bagi para penyuluh untuk saling memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pertukaran pengetahuan antar-anggota. Topik pembahasan pun diperluas tidak hanya pada bidang agama, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan keluarga.


​Dalam pola kerja yang baru, Hendri Pani menginstruksikan seluruh penyuluh untuk memiliki basis data yang akurat mengenai peta dakwah di wilayah tugas masing-masing. Data lengkap mengenai masjid, mushalla, TPA hingga kelompok wirid remaja sangat diperlukan sebagai dasar penyusunan rencana strategis yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan warga.


​"Setelah data dan pemetaan tersedia, kita harus segera menetapkan target serta aksi nyata agar peran penyuluh agama memiliki hasil yang terukur," tegas Hendri Pani dalam arahannya. Ia menaruh harapan besar agar setiap langkah yang diambil para penyuluh mampu membawa kemajuan signifikan bagi tatanan kehidupan beragama di daerah.


​Acara ditutup dengan sesi diskusi dipandu Ketua IPARI, Dodi Hendra, serta penyerahan bantuan sosial kedua kalinya kepada Nurlailis, penyuluh KUA Batipuh Selatan yang akan berangkat haji setelah sebelumnya tertimpa musibah kebakaran. Kehadiran Kasi Bimas Islam, H. M. Algafari, dalam momen tersebut mempertegas komitmen instansi dalam menjaga solidaritas dan kesejahteraan para pejuang dakwah di lapangan.(hms/int)


#TanahDatar #KemenagTanahDatar #PenyuluhAgama #PenguatanKapasitasGuru

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama