Oleh : Wilmar Moeslim ( Datuak Simarajo )
Bukan ditanah yang dibeli, bukan ditanah suku lain, telah berdiri ratusan tahun yang lalu di Tanah ulayat suku piliang baruah. Dengan meninggalkan sejarah adat delapan turunan ranji dari tahun 1690.
Rumah Gadang sejarah adat yang dihuni oleh do'a-do'a dan huruf arab gundul, tulisan unit saya yang merupakan murid Buya Ramli Bakar, surau palilurah, tanpa ada pernag- pernig hiasan.
Namun rumah gadangku ini,aku yakini penuh kenangan sejarah untuk Nagari, yang hanya bisa saya rasa sebagai penerima amanah terakhir.
Kecuali jika Allah mengizinkan untuk belahan-belahan di Lintau, Saruaso di Balimbing bisa dan boleh untuk ditindaklanjuti sesuai jalur adat dan diterima oleh saudara kaum saya di piliang baruah dengan keikhlasannya.
Insya Allah gelar Datuak Simarajo tidak akan tergantung nantiknya, karena ada dan bisa melanjutkannya sesuai alur ranji yang terbelah karena pindah mencari hidup ke kampung sebelah, Lintau, Saruaso dan Balimbing.
Semoga semuanya diberi kemudahan oleh Allah SWT. Aamiin Ya Robbal 'Alamin
Pewarta : Bonar Surya

إرسال تعليق