![]() |
| Pekerjaan drainase di ruas jalan Padang-Muko-Muko, di Kecamatan Ranah Pesisir. (Foto-dok ist) |
Padang, integritasmedia.com - SATUAN Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumatera Barat—yang membawahi wilayah kerja PPK 2.4—saat ini sedang fokus pada upaya intensif mitigasi longsor, pemeliharaan jalan, serta peningkatan infrastruktur untuk menunjang kelancaran logistik dan konektivitas di wilayah Sumatera Barat.
Berbagai upaya penanganan telah dilakukan secara terencana, meliputi penanganan dini (holding), pemeliharaan rutin kondisi jalan, serta rehabilitasi minor pada titik-titik yang mengalami penurunan kualitas.
Langkah ini tidak hanya berfokus pada perbaikan, tetapi juga pencegahan agar kerusakan tidak semakin meluas, sehingga usia pakai jalan dapat lebih panjang dan efisien dari segi anggaran.
Preservasi pada jalan nasional yang meliputi ruas Kambang-Indrapura-Tapan-Batas Jambi dan Tapan-Batas Bengkulu terus digenjot pekerjaan pemeliharaannya. "Area ini menjadi prioritas karena memiliki tantangan topografi dan mobilitas logistik yang krusial", ungkap Kepala Satker PPK 2.4.PPK 2.4 Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T.
Walaupun sempat menjadi sorotan terkait kerusakan jalan yang diakibatkan masalah pada sistem drainase. Hal ini, kemudian memicu respons cepat dari tim Satker PJN Wilayah II melalui PPK 2.4 -nya untuk melakukan perbaikan teknis.
"Kegiatan ini, untuk memastikan Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) dan standar pelayanan jalan nasional tetap terjaga dengan baik dalam menunjang kelancaran arus transportasi dan distribusi logistik", ungkap Gina.
Bahkan Gina kembali menegaskan, sebetulnya pembersihan drainase sudah dikerjakan dengan ritun secara berkala. Namun, karena wilayah ini mempunyai karakteristik khusus sehingga butuh penanganan yang berkelanjutan.
"Sebenarnya pekerjaan pemeliharaan rutin terus kami dilakukan, termasuk pembersihan saluran air agar fungsi jalan tetap optimal", tegasnya lagi.
Lebih lanjut dia mejelaskan, karena saluran lama di lokasi itu sudah mengalami pendangkalan akibat banyak sedimentasi yang hanyut terbawa air, tentunya kondisi tersebut membuat daya tampungnya jauh berkurang, terutama saat hujan deras, sehingga rawan akan genangan yang mengganggu kelancaran penggunaan jalan.
"Sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya telah merencanakan pembangunan drainase baru sepanjang 500 meter di titik-titik rawan",
Pembangunan drainase baru ini adalah bagian dari program preservasi jalan. Tujuannya agar aliran air kembali lancar dan mendukung ketahanan jalan dalam jangka panjang, terangnya lagi.
Bahkan setelah drainase rampung, pekerjaan dilanjutkan dengan penataan bahu jalan sesuai standar nasional. Pengerasan dan perataan bahu jalan untuk memberikan ruang aman bagi pengendara, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan estetika jalan secara keseluruhan, pungkasnya.(hen)
#JalanNasional #Satker2.4 #PJN #Wilayah2 #SumateraBarat #PreservasiJalanNasional #Kambang-Indrapura-Tapan-Batas JambidanTapan-BatasBengkulu

إرسال تعليق