Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Selenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi

 

Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat budaya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diikuti 150 pustakawan, pengelola perpustakaan, guru, dan pegiat literasi di Aula Lantai III Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Kamis (25/6/2026).


Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara kritis, cerdas, serta bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.


Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Novriwandi yang membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa peningkatan literasi masyarakat menjadi salah satu agenda penting dalam pembangunan daerah.


Menurutnya, Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sebesar 72,25 pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing.


"Target ini tidak akan tercapai jika hanya mengandalkan satu OPD. Karena itu, sinergi dari seluruh unsur menjadi kunci," kata Novriwandi.


Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital telah membuka akses informasi yang sangat luas bagi masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan berupa meningkatnya penyebaran hoaks, disinformasi, dan informasi yang tidak terverifikasi.


Karena itu, kemampuan literasi informasi menjadi kebutuhan mendasar yang harus dimiliki seluruh lapisan masyarakat agar mampu memilah informasi secara tepat dan mengambil keputusan berdasarkan sumber yang kredibel.


"Literasi informasi bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat harus mampu menyaring informasi dengan bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun informasi yang menyesatkan," ujarnya.


Novriwandi juga menegaskan bahwa perpustakaan saat ini telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, pusat inovasi, dan pusat pemberdayaan masyarakat yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi warga.


Sejalan dengan visi Kota Payakumbuh, yakni "Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif," penguatan budaya literasi dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di era digital.


Sebelum menutup sambutannya, Novriwandi mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kolaborasi dengan berbagai komunitas literasi, serta memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Erwan mengatakan bimtek tersebut bertujuan membekali pustakawan, guru, pengelola perpustakaan, dan pegiat literasi dengan kemampuan mengenali kebutuhan informasi, menelusuri sumber informasi yang relevan, mengevaluasi validitas informasi, serta memanfaatkannya secara kritis, etis, dan efektif.


Selain meningkatkan kompetensi peserta, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi lintas profesi dalam membangun ekosistem literasi informasi yang kuat dan berkelanjutan di Kota Payakumbuh.


"Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat kemampuan para peserta dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata Erwan.


Bimtek Literasi Informasi menghadirkan Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sumatera Barat Muhammad Fadli, S.Sos., M.I.Kom. sebagai narasumber. Kegiatan itu juga dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh.


Bagi masyarakat, penguatan literasi informasi memberikan manfaat nyata berupa meningkatnya kemampuan menyaring informasi yang benar, mengurangi risiko terpapar hoaks, memperkuat budaya membaca, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendukung lahirnya generasi yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, perpustakaan, komunitas literasi, dan masyarakat, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap budaya literasi terus tumbuh dan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (MC)

Post a Comment

أحدث أقدم