_Usung Program Seni, Olahraga & Penguatan Perantau_
SIJUNJUNG, SUMBAR – Pilko Yandra secara resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon perangkat nagari Kepala Jorong Sungai Jodi, Kenagarian Lubuak Tarok, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.
Pernyataan itu disampaikannya usai menyerahkan berkas pendaftaran calon kepala jorong di Kantor Wali Nagari Lubuak Tarok, Kamis (4/6/2026).
“Alhamdulillah kami sudah mendapatkan dukungan dan doa restu dari keluarga besar, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, pelajar, mahasiswa, dan perantau dari Jorong Sungai Jodi,” ungkap Pilko.
Pilko mengatakan niatnya maju sebagai calon kepala jorong merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Bersama pemuda dan warga, ia berkomitmen menggerakkan kembali berbagai kegiatan seni tradisional dan modern, olahraga, serta kegiatan positif lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan silaturahmi dengan para perantau Jorong Sungai Jodi untuk mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan, aksi cinta lingkungan, seni budaya, pemberdayaan ekonomi dan SDM masyarakat.
“Kami siap bersinergi dengan seluruh unsur lapisan masyarakat. Kami juga akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah nagari, kecamatan, dan kabupaten,” tambahnya.
Profil Singkat:
Pilko Yandra lahir di Lubuk Tarab, 29 Januari 1986, sebagai anak ke-3 dari empat bersaudara dari pasangan Arifin (Ayah) dan Indrawati (Ibu).
Menamatkan jenjang pendidikan SDN 13 Sijunjung (sekarang SD Negeri 2 Lubuk Tarok), SMPN 3 Sijunjung, dan SMKN 1 Sijunjung.
Apresiasi & Catatan FDSB
Secara terpisah, Pendiri Utama Forum Dinamika Sumatera Barat (FDSB), Nof Hendra, mengapresiasi langkah Pilko Yandra.
Nof Hendra juga mengingatkan kepada seluruh panitia penjaringan dan seleksi calon perangkat nagari Lubuak Tarok agar tidak melakukan cawe-cawe dan intervensi dalam penentuan calon kepala jorong.
“Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin melakukan intervensi untuk memenangkan salah seorang calon,” tegas Nof Hendra kepada awak media, Jumat (5/6/2026).
Ia berharap proses ini menjadi contoh bagi nagari lain di Sumatera Barat dalam menjaring figur kepala jorong yang berintegritas, berwawasan, dekat dengan masyarakat, memahami permasalahan dan solusinya, serta mampu mengambil keputusan cepat dan bertanggung jawab penuh.
“Siapapun nanti yang terpilih, kita serahkan mekanismenya sesuai prosedur,” pungkas aktivis lingkungan dan pegiat media sosial Indonesia tersebut.
****

Posting Komentar