Bukittinggi - Pemerintah Kota Bukittinggi menyerahkan insentif Triwulan II Tahun Anggaran 2026 kepada guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta serta garin masjid dan musala.
Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, di Balairung Rumah Dinas Wako, Kamis (30/7).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak dan berbudaya merupakan salah satu misi pembangunan Kota Bukittinggi.
Karena itu, Pemerintah Kota Bukittinggi terus memberikan perhatian kepada guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta serta garin masjid dan musala melalui pemberian insentif dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
"Peran para guru Al-Qur'an dan garin sangat penting dalam membina keimanan, ketakwaan, serta akhlak generasi muda. Kami berharap insentif dan perlindungan jaminan sosial ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengabdi dalam membangun masyarakat yang religius, sehingga Bukittinggi semakin maju, berbudaya dan berlandaskan nilai-nilai agama," ujarnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi, Iddal, menyampaikan, Pemkot Bukittinggi telah memfasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh guru dan garin penerima insentif melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Pada Tahun 2026, Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp 57 juat untuk pembayaran iuran sebagai bentuk perlindungan bagi para guru dan garin."Melalui program ini, para guru dan garinmemperoleh perlindungan apabila mengalami risiko kecelakaan kerja maupun meninggaldunia. Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi dalammemberikan jaminan perlindungan sosialketenagakerjaan bagi para guru dan garin," ungkapnya.
Selanjutnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Bukittinggi, Syukri Naldi, menjelaskan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemko Bukittinggi anggarkan Rp 7,7 miliar untuk insentif guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta, serta garin masjid dan mushalla.
"Pada Triwulan II ini, insentif disalurkan kepada 735 guru, yang terdiri dari 90 guru Forum Komunikasi Pondok Pesantren, 205 guru Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah, 112 guru Forum Komunikasi Pondok Al-Qur'an dan 328 guru Badan Kerja Sama, serta 154 garin," katanya.

إرسال تعليق