Wabup Sijunjung Bantah Ikut Main Proyek!

Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung. (Insert) Iraddatillah. (Foto-Dok Ist)


Sijunjung, integritasmedia.com - WAKIL Bupati Sijunjung Iraddatillah disebut-sebut jadi makelar proyek. Pasalnya, dana direktifnya hanya diperuntukan bagi rekanan yang berdekatan dengan rumah almarhum orangtuanya di Pematangpanjang, Sijunjung. 


Belum diketahui dengan pasti apakah Iraddatilah menerima sesuatu atas perbuatannya ini, atau hanya sekedar bantuan biasa, mumpung dia masih jadi wakil bupati. 


Politisi yang terlihat santun dan penuh bhakti ini memang sangat familiar dan suka melekat ke tengah-tengah masyarakat. Apalagi saat melayat ke rumah duka. 


Namun dibalik lemah lembutnya tersebut jiwa kepemimpinan yang kuat. Sehingga disegani kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Sijunjung.


"Gaya bicaranya memang pelan, utama di depan umum. Tapi kalau ketemu bedua nanti bisa dimarahi saya," jelas oknum di Dinas Pertanian yang tak mungkin disebut namanya. 


Hal tersebut diungkapkannya saat mobil dinas (mobnas) sang Wabup terlihat sedang parkir makan siang di RM Gulai Ikan Karang, Palangki, beberapa waktu yang lalu.


Ia semula yang ingin mampir jadi segan dan beralih mencari tempat lain. Direktif Wabup di Dinas Pertanian berupa pembukaan jalan baru. 


"Sumber dana pembangunan ada beberapa kategori. Dari pokir dewan dan adapula yang berasal dari direktif," katanya. 


Selain di Dinas Pertanian, tahun anggaran sekarang ini pokir dan direktif juga menguasai kegiatan di Dinas Pendidikan. 


"Tak ada dari kami, semua pokir dan direktif. Kami cuma kerja, harap maklum," jelas sumber lain di Dinas Pendidikan, Kamis (30/7/2926).


Terpisah, Wabup Iraddatillah saat dikonfirmasi menepis semua tudingan itu. "Saya hanya memfasilitasi," katanya. 


Menurut dia, terkadang ada permintaan pembangunan dari masyarakat. "Yang namanya direktif itu, kan tidak ada," urainya lagi.


Iraddatillah juga menepis kegiatan direktifnya hanya diperuntukan bagi oknum tertentu, seperti tetangga di kampung.


"Semua saya serahkan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) masing-masing. OPD yang menilai kontraktor mana yang berkinerja baik", katanya. 


Ia mengaku malas mengurus masalah ini, karena banyak juga yang coba menghubinginya masalah pekerjaan ini.


Apalagi, katanya lagi, banyak temuan BPK tahun ini yang tidak dibayar. Bisa jadi itu alasan OPD tidak mau memberi pekerjaan kepada rekanan tersebut.


"Saya serahkan penilaiannya ke OPD. Saya cuma memfasilitasi keinginan masyarakat. Teknisnya urusan OPD," pungkasnya.(db)


#Sijunjung #PemkabSijunjung #WakilBupatiSijunjung #DinasPertanianSijunjung #DinasPendidikanSijunjung #Pokir #Direktif

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama