BUKITTINGI – Pemerintah Kota Bukittinggi kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi melalui Instalasi Farmasi Kota (IFK) berhasil meraih penghargaan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) Tahun 2026 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Sinergi Intensifikasi Asistensi Regulator Terpadu (SIGMA) Tahun 2026 di Hotel Grand Mercure Bandung, Senin, 7 September 2026.
“*Satu-satunya di Sumbar*
IFK Bukittinggi tercatat sebagai satu-satunya Instalasi Farmasi Kota di Provinsi Sumatra Barat yang menerima penghargaan CDOB tingkat nasional tahun 2026.
Penghargaan ini diberikan atas komitmen IFK dalam menerapkan standar CDOB pada pengelolaan dan pendistribusian obat di Kota Bukittinggi.
Apresiasi dari BPOM dan Dinkes*
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa BPOM memberikan asistensi regulatori kepada industri dan usaha farmasi, mulai dari penelitian, standardisasi, perizinan, penerapan CPOB dan CDOB, hingga pengawasan.
“Penghargaan CDOB menjadi bentuk apresiasi bagi pihak yang konsisten menerapkan standar distribusi obat untuk menjaga mutu, khasiat dan keamanan obat serta mencegah peredaran obat palsu, ilegal, rusak atau tidak memenuhi standar,” ujar Taruna Ikrar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Admira, menyampaikan apresiasi kepada jajaran IFK Bukittinggi.
“Capaian ini tidak terlepas dari dukungan pimpinan IFK dan jajaran UPTD Puskesmas dalam menerapkan prinsip CDOB. Penghargaan ini diharapkan dapat dipertahankan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola distribusi obat, sehingga IFK Bukittinggi dapat menjadi contoh penerapan distribusi obat yang baik bagi daerah lain di Indonesia,” katanya.
Bukti Komitmen Mutu Layanan Kesehatan*
Penghargaan Nasional CDOB 2026 ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dan pendistribusian obat di Kota Bukittinggi telah memenuhi standar dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Penerapan CDOB sangat penting untuk memastikan obat yang sampai ke masyarakat tetap aman, bermutu, dan berkhasiat.

Posting Komentar