Pekanbaru - Forum Dinamika Indonesia (FDI) sebagai Gerakan 5 Pilar: Ide, Usulan, Aspirasi, Kritik Membangun, Penawaran Solusi, menerima masukan dari masyarakat terkait isu Gen Z.
Salah satunya, usulan datang dari anggota FDI, Syafril - warga Kota Pekanbaru, Riau.
Hal tersebut disampaikan Pendiri Utama FDI, Nof Hendra dalam keterangan tertulisnya kepada media di Pekanbaru, Jumat (23/10/2026).
Menurut Syafril, Gen Z sekarang banyak yang tidak minat kerja di kantor-kantor pemerintah. Kalau programnya hanya CPNS dan sosialisasi, Gen Z tidak akan datang. Tapi kalau programnya berupa modal usaha atau pelatihan yang langsung menghasilkan uang, pasti banyak yang minat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Pendiri Utama FDI, Nof Hendra menyampaikan, masukan Syafril sangat relevan dengan kondisi lapangan.
"Betul sekali apa yang disampaikan saudara Syafril dari Pekanbaru. Itu fakta. Kezaliman pemimpin tidak dimulai dari keputusan besar, tapi dari kebiasaan kecil mengabaikan suara rakyat. Ia mengukur sukses dari seberapa ditakuti, bukan dari seberapa dicintai. Maka FDI merangkumnya menjadi solusi untuk pemerintah," ujarnya.
Nof Hendra menjelaskan, Gen Z adalah kepanjangan dari Generation Z atau Generasi Z. Arti Z adalah huruf terakhir dalam abjad, yang menandakan generasi setelah Generasi Y atau Milenial. Yaitu generasi muda kelahiran 1997-2012, usia sekitar 14 sampai 29 tahun sekarang. Mereka adalah anak-anak muda yang hidupnya nempel dengan HP, internet, TikTok, Instagram, YouTube. Mereka tidak suka disuruh-suruh, tidak suka teori panjang, maunya langsung praktek, langsung jadi karya, langsung dapat uang.
Solusi FDI untuk Pemerintah:
1. Jangan hanya tawarkan PNS, tawarkan modal. Ganti sebagian program CPNS dengan program modal kerja Gen Z, 5 - 10 juta rupiah untuk ide usaha yang jelas dan mudah dikerjakan.
2. Pelatihan yang langsung menghasilkan dan pengerjaannya mudah dipahami semua kalangan. Contohnya pelatihan jadi konten kreator TikTok dan Reels, barista, admin online shop, digital marketing untuk jualan di Shopee, servis HP, desain pakai Canva, edit video pakai HP, dan jadi afiliator.
3. Bantuan berupa alat usaha yang siap pakai. Jangan hanya sembako, tapi berikan gerobak jualan, mesin jahit, HP untuk jualan online, alat cukur rambut, kompor dan blender untuk usaha kuliner, dan lain-lain.
4. Skema dana bergulir via FDI. Pemerintah kolaborasi dengan FDI untuk seleksi, dampingi, dan transparansi laporan di WAG.
5. Ubah sosialisasi jadi kompetisi. Gen Z mau diajak kompetisi ide, lomba konten, dan festival karya, bukan disuruh mendengar ceramah.
"Terima kasih kepada saudara Syafril warga Pekanbaru atas ide dan usulannya. Inilah bukti 5 Pilar FDI berjalan. Insan pers dan media online adalah mitra sejati FDI untuk bersinergi dan berkolaborasi menyebarkan gagasan ini," tutup Nof Hendra.
****

Posting Komentar