Kota Budaya Batusangkar Diselimuti Asap Karhutla, Dengan Kualitas Udara 169 ( tidak sehat). BP Kebudayaan Gelar Hari Budaya di Lapangan Terbuka

Batusangkar,IntegritasMedia.com 

Di tengah kondisi Kota Budaya Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kualitas udara yang mencapai Indeks 169 dengan Polutan Utama (pm) 2,5 ( tidak sehat). Balai Pelestarian Kebudayaan  menggelar kegiatan Hari Budaya di lapangan terbuka, dihalaman Benteng Vour Vander Cavellen, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.


Pelaksanaan kegiatan di ruang terbuka tersebut menjadi perhatian, mengingat kabut asap yang menyelimuti wilayah Batusangkar berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama bagi peserta kegiatan yang harus beraktivitas di luar ruangan.


Kabut asap karhutla yang belakangan menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat telah menjadi perhatian masyarakat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara dan dampaknya bagi kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan ". Ujar salah seorang Masyarakat di sekitar lokasi yang namanya tidak mau di ekspos di media.


Di sisi lain, kegiatan Hari Budaya merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat. Namun, pelaksanaannya di tengah kondisi udara yang kurang baik memunculkan pertanyaan mengenai pertimbangan keselamatan dan kesehatan para peserta.


" Ia berharap kegiatan pelestarian budaya dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kondisi lingkungan dan kesehatan publik. Terlebih, kegiatan yang digelar di lapangan terbuka membuat peserta dan pengunjung berpotensi terpapar asap selama acara berlangsung ". Ujarnya


" Karena itu, pihak penyelenggara diharapkan memperhatikan perkembangan kualitas udara, menyediakan langkah-langkah perlindungan bagi peserta, serta mempertimbangkan penyesuaian kegiatan apabila kondisi udara tidak memungkinkan untuk aktivitas luar ruangan.


Budaya tetap perlu dilestarikan, tetapi keselamatan dan kesehatan masyarakat juga harus menjadi prioritas. Penyelenggaraan kegiatan publik di tengah kabut asap perlu disertai pertimbangan yang matang agar tujuan pelestarian budaya tidak mengabaikan risiko kesehatan". Pungkasnya


" Sementara itu Kasubag Umum Dinas Badan Pelestarian Kebudayaan Sumbar Hariandi saat dikonfirmasi awak media melalui pesan whats app kawai pribadinya,  hanya menjawab Wa'alaikum salam Pak ".


Pewarta  : Bonar Surya 




Post a Comment

أحدث أقدم