Pasbar, integritasmedia.com--Pesta Rakyat kembali bergulir di Sumatera Barat kali ini sedang dan akan di laksanakan pilwanan di beberapa kecamatan di Kabupaten penghasil Sawit ini,
Hal yang sama tidak terkecuali diadakan di Kecamatan Kinali kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat, namun yang membuat awak media integritasmedia.com adalah Sebuah Nagari Yang sering terjadi konflik, mulai dari konflik tanah ulayat hingga kekuasaan,.
Dengan hadirnya seorang Purnawirawan TNI AL yang merupakan Putra Asli Kinali yang lahir di Lubuak Karak sebuah kampuang yg di batasi oleh dua jembatan, yang akrab di sebut dengan "dari jambatan ka jambatan, Rajo Magek Namo Datuaknyo" apakah beliau mampu nantinya sebagai penyeimbang dalam tatanan pemerintahan Nagari yg mana di bawahnya ada Lembaga Adat Yang salah satunya KAN (Kerapatan Adat Nagari) yang seyogyanya publik tau bahwa ada Dualisme kepemimpinan di dalam Satu Nagari tersebut.
Beliau adalah Maezelan putra kampuang Lubuak Karak yang telah mengarungi Samudra luas untuk mempertahan NKRI.
Nah saat ini beliau ikut untuk berkontestasi di Pilwana serentak yang mana akan di laksanakan pada 27 Oktober 2026 mendatang.
Dalam visi dan misi beliau tampak jelas, semua ini akan terjawab, jika berada di bawah kepemimpinan Maezelan nantinya untuk periode 2026-2034 ini.
Yang mana beliau akan jadikan nagari Kinali Nagari yang Baldatun Toyibatun warafun Ghofur,
Visi yang nyata terwujudnya Nagari Kinali yg bersatu, maju, mandiri, sejahtera dan berdaya saing melalui pemerintahan yang amanah, transparan serta mengedepankan semangat kebersamaan dan musyawarah mufakat.
Maezelan ketika di konfirmasi oleh media ini beliau membenarkan bahwa ikut untuk berkontestasi pada periode ini.
Menyoal tentang visi dan misi beliau tegaskan bahwa visi nya akan di laksanakan dalam 3 langkah kerja nyata yakni
Menyelenggarakan Tatakelola pementihan Nagari yang bersih, transparan, akuntabel, profesional dan berkeadilan, kata Maezelan.
Maksudnya adalah Pemerintahan yang Bersih (Clean Government)
Tidak ada KKN - Korupsi, Kolusi, Nepotisme, katanya lagi.
Lebih lanjut beliau menambahkan Semua anggaran nagari dipakai jujur dan bisa dipertanggungjawabkan dengan cara Tata Kelola yang Baik, ungkapnya.
"Transparan APB Nagari (anggaran) diumumkan terbuka di papan informasi / grup WA warga. Warga tau uang masuk berapa, keluar untuk apa", kata beliau.
Akuntabel Setiap pengeluaran ada laporan dan bukti. Tidak asal pakai.
Partisipatif Warga diajak musyawarah sebelum ambil keputusan, bukan keputusan wali nagari sendiri.
Pelayanan Adil Urus surat, bantuan, BLT, tidak pilih-pilih keluarga atau tim sukses saja, papar Maezelan dengan tegas.
Selanjutnya Maezelan juga menambahkan bahwa Menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel melalui keterbukaan informasi anggaran nagari dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang bebas dari pungli dandiskriminasi katanya.
Mengembangkan dan melestarikan nilai adat, budaya serta kehidupan beragama maksudnya adalah Maksudnya adalah mengembalikan jati diri Minangkabau: Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK).katanya.
Beliau menjelaskan bahwa Nilai Adat & Budaya
Menghidupkan kembali peran Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dalam musyawarah nagari.
Melestarikan gotong royong, alek nagari, silek, randai, tari piring
Menyelesaikan masalah warga secara adat dulu (bajalan jo alua, batutua jo adat) sebelum ke jalur hukum.
Nilai Agama
Memakmurkan Masjid / Musholla dan kegiatan TPA / TPQ, wirid remaja & ibu-ibu
Mendukung program Tahfidz, Didikan Subuh.
Membuat peraturan nagari yang sesuai syariat - misal anti maksiat, anti LGBT, anti narkoba.
Mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai adat istiadat dan budaya Minangkabau serta memperkuat keimanan melalui pemberdayaan lembaga adat (Kerapatan Adat Nagari) dan sinergi dengan Masjid serta TPA/TPQ untuk mewujudkan generasi nagari yang beradat dan beragama, jelas beliau dengan penuh semangat.
Terakhir Maezelan juga akan Menciptakan lingkungan aman, bersih dan harmonis maksudnya, kita akan dirikan Poskamling di setiap perbatasan kampung, dan Buat posko bersama di setiap perbatasan Kekorongan, guna mengantisipasi terjadinya tindak pidana, jelas beliau di penghujung pembicaraannya (Da Ayang/Jetri)


إرسال تعليق