payakumbuh

PBF 2017, Pertunjukan Kawasan Tepi Sungai Ratapan Ibu Ramai Dikunjungi Pecinta Seni dan Masyaraka

Payakumbuh,Integritasmedia.com - Payakumbuh Botuang Festival (PBF) kali ini berlangsung di kawasan Jembatan Ratapan Ibu, Pasar Ibuah, Pertunjukan musik minang yang dikolaborasikan dengan berbagai alat musik tradisional dan alat musik modern, Pagelarangan ini dilaksanakan hari Selasa (28/11) dimulai sore pukul 20.00 WIB hingga 23.00 wib.
 
Acara ini dihadiri oleh Walikota Payakumbuh yang diwakili Asisten II, Amriul Dt. Karayiang, Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Supardi yang juga menyempatkan diri untuk membawakan puisi perjuangan, Kepala UPT Taman Budaya Sumbar, Masuari, Ketua KONI, Yusra Maiza, Pimpinan OPD serta para penyair, sastrawan, budayawan, pencipta lagu dan puisi, pecinta seni ikut andil dalam acara ini.
 
Asisten II, Amriul Dt. Karayiang mengatakan Pemko Payakumbuh sangat mendukung program ini kedepannya. “Kita secara bersama-sama berharap iven ini akan menjadi agenda kalender wisata tahunan bagi kota Payakumbuh, serta tercatat sebagai agenda Pariwisata Provinsi Sumbar. Kegiatan besar ini tentunya tidak akan terangkat tampa bantuan pihak Provinsi, ” Kata Amriul.
 
Kepala UPT. Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat, Masuari menyampaikan, kita berharap semua Daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat bergerak bersama-sama memunculkan ide dan inovasi terbaiknya dalam pengembangan wisata daerah. “Kita berharap Kabupaten/Kota, bergerak serentak memunculkan kegiatan seperti yang kita laksanakan sekarang ini. Mari kita bangkit bersama, demi Sumbar yang kita cintai ini, “harap Masuari.
 
Adri Sandra, Penyair asal Padang Japang, Kabupaten Lima Puluh Kota yang sudah menghasilkan tiga buku Antologi Puisi ; Luka Pisau, Cermin Kembung dan Darah Angin serta memiliki koleksi buku-buku penyair yang meraih Nobel Sastra. Yang ikut dalam acara ini,
 
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Supardi yang juga sebagai sponsor dalam PBF tahun 2017 ini juga bawakan sepenggal puisi yang cukup istimewa. Dengan semangat berapi-api, Supardi bawakan puisi berjudul “Jembatan”.
 
Pertunjukan Puisi yang juga diselingi dengan dipertunjukannya grup musik tradisional Diafora, Semakin malam suasana dan semangat literasi semakin hidup. apalagi suasana mlaam di pinggir sungai. Penampilan puisi oleh sastrawan, Syarifuddin Arifin yang khas dengan suara lantangnya.
 
Panggung Literasi Sejarah dan Sastra yang berlokasi di Jembatan Ratapan Ibu juga diramaikan grup musik Ahmed Jamend, berasal dari Payakumbuh, juga ada grup musik CIELLO yang spesifikasi genre Pop, Pop Alternative, dan Funky sebagai wadah mengeksplorasi musiknya.(a)

About integritas media

Diberdayakan oleh Blogger.