payakumbuh

Razia Pekat Terindikasih Pilih Kasih

Payakumbuh(Sumbar),Integritasmedia.com   - Razia pekat yang dilaksanakan Pemko Payakumbuh dengan turun langsungnya  Walikota Payakumbuh Riza Fahlepi cukup ambil simpati,apalagi Riza Falepi selaku Walikota langsung menyegel cafe kian menggema saat melakukan Razia (18/1/2020) ketempat tempat yang berbau Pekat (Penyakit Masyarakat).

Hal tersebut terbukti setelah Walikota beserta aparat terkait melakukan penggerebekan dan penyegelan Cafe Beranda dan Cafe Tambak Indah dikawasan Kota Payakumbuh ini.

Namun penyegelan terhadap cafe tersebut menjadi sorotan dari berbagai pihak di Kota Payakumbuh.Karena keberhasilan tersebut patut dipertanyakan. Karena penyegelan cafe-cafe tersebut diduga pilih kasih oleh Pemko Payakumbuh.Soalnya, menurut pemantauan awak media  yang bertugas di Kota Payakumbuh ini terindikasi seperti tebang pilih.

Sebab Masih ada beberapa Cafe yang diduga lebih besar ketimbang Cafe yang telah disegel sekarang. Bahkan ada yang diduga tanpa izin sama sekali, namun tetap beroperasi seperti biasa. Seperti tidak tersentuh oleh siapapun. Ada Apa?

Kasat Pol PP (Devitra) melalui  WhatsApp (21/1) dikonfirmasi media ini tentang mengenai Penyegelan Cafe, tersebut melanggar " Perda no 1 th 2007 tentang Izin Usaha Jasa Kepariwisataan dan Perda No 12 tahun 2016 tentang Pencegahan dan penindakan penyakit masyarakat dan maksiat.

Devitra Kasatpol Pp juga mengatakan Pemko tidak pilih kasih terhadap penyegelan cafe-cafe yersebut,tapi waktu razia bersama pak wako ditemui kafe karoke yg sudah disegel tersebut melanggar jam operasional. Setelah di cek lebih jauh izin usahanya juga telah habis.

Disampaikannya juga bahwa Kafe karoke lainnya terus dipantau dan diawasi. Kalau ada pelanggaran akan ditertibkan sesuai aturan,ujar Devitra

Edwar DF dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan saat dikonfirmasikan media ini (21/1) mengatakan bahwa selaku legistatif dia sangat apresiasi terhadap Walikota yang langsung turun tangan untuk melakukan tindakan tersebut dengan menyegel  Cafe- cafe yang tidak taat Hukum. Namun, jangan seperti Tebang Pilih dan Jangan ada unsur Politik dalam Penyegelan Cafe tersebut.

Lebih jauh Edwar DF mengatakan bahwa sebelum diadakan penyegelan,sebaiknya cafe-cafe yang  terindikasi melanggar aturan seharusnya pemiliknya diberikan pengarahan dengan melakukan pembinaan.Jika belum juga diindahkan oleh pemilik cafe tersebut baru di berikan peringatan  Sp1 dan Sp2,jika tidak juga diindahkan,maka baru disegel cafe-cafe yang tidak mematuhi perda tersebut.

Lebih lanjut disampaikannya,untuk penertiban cukup dilakukan oleh Tim 7 saja, seperti Satpol PP, TNI, POLRI, Kejaksaan dan lain lain,"ujar Anggota DPRD itu lagi.

"Pengawasan memang harus dilakukan, ucapnya menambahkan, tapi dilakukan secara terus menerus dan jangan ujuk ujuk penertiban, tapi harus didahului dengan pembinaan. Kalau memang tidak bisa dibina ya sikat saja," ucap Edwar DF.

Ditambahkan lagi mengenai Judi togel,judi barambuang,judi adu ayam atau judi yg lain harus di berantas,juga "

Cafe Wiratama serta cafe di Ramayana tentu Pemko harus sama perlakuannya dengan cafe yang lain. Kalau tidak ini yang namanya tebang pilih itu," ujar anggota DPRD itu menambahkan.

Zulhefrimen.SH  (21/1) yang topnya dipanggil 
 Lujur dari praktisi hukum di Luak Limopuluah juga ikut mengkritisi Walikota Payakumbuh Riza Fahlepi yang ikut turun langsung melakukan penyegelan cafe.

Disampaikan oleh Zulhefrimen "Janganlah Pemko ibarat menbelah betung ( satu diinjak satnya lagi diangkat atau dibiarkan),hendaknya Pemko memberantas cafe-cafe yang melanggar Perda tersebut,hajar semuanya, agar tidak terkesan pilih kasih,dan  hanya PENCITRAAN untuk Walikota SEMATA.

Apalagi saat ini  mau Pilkada, lalu cari simpatikagar orang orang pada Simpatik,"ujar Lujur dengan sedikit Geram.(Anton Cino)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.