limapuluhkota

Situjuah Batua Art and Culture Festival

Limapulukota,Integritasmedia.com - Sebanyak 47 panghulu baru di Nagari Situjuah dinobatkan  oleh Daulat Yang Dipertuan  Rajo Pagaruyung  Sultan  M Farid  Thaib Tuanku Abdul Fattah Senin 13/01/02.Acara ini merupakan salah satu agenda dari Situjuah Batua Art and Culture Festival.

Wali Nagari Situjuah Batua Dt. Tan Marajo di Sarilamak, Senin, mengatakan selain dihadiri langsung oleh masyarakat, kegiatan pengukuhan 47 gelar adat ini juga langsung dihadiri perantau dan tamu penting lainnya.

"Pengambilan sumpah dipimpin langsung pucuak adat Dt. Marajo Kayo," kata dia.

Selain itu, ada dua agenda lain yang dilaksanakan di festival yang digelar sejak 12 Januari sampai 20 Januari mendatang.

"Kemarin dilaksanakan arak-iriang yang dilakukan perantau dan masyarakat. Tujuannya untuk mengenalkan budaya, adat dan wisata di daerah ini luar biasa," 

Dalam arak-iring di Situjuahbatua ini, hadir Hakim Agung Republik Indonesia Irfan Fachruddin dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Selain mereka juga hadir Kepala DPMDN/50 Kota Zuhdi Perama Putra, Camat Situjuah Rahmad Hidayat, dan mantan Ketua Ikatan Keluarga Sumatera Barat di Kepulauan Riau Iskandar Yakoeb, bersama tokoh-tokoh perantau Situjuahbatua, seperti Haji Misbah, Haji Rusdi, dan Datuak Gindo dari Jerman.

Selepas arak-iriang ini, Situjuahbatua Art and Culture Festival, pada Senin siang (13/1), dilanjutkan dengan prosesi Batagak Panghulu. Acara ini, dihadiri Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyuang, Sultan M Farid Thaib Tuanku Abdul Fattah dan Profesor Reno Raudha Thaib Yang Dipertuan Gadih Pagaruyuang. Mereka hadir bersama Basa Ampek Balai, Tuan Qadhi Padanggantiang, dan Rajo-Rajo Mufakat Luak Limopuluah.

Selain para raja-raja adat ini, prosesi puncak Batagak Panghulu di Situjuahbatua juga dihadiri pasangan kepala daerah Limapuluh Kota, Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan, bersama Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi Datuak Rajo Ka Ampek Suku. Kemudian, hadir pula Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra, Dandim 0306/50 Kota Letkol Ferry Lahe, Danramil Luhak, dan Kapolsek Situjuah. Mereka hadir, bersama Hakim Agung Republik Indoensia Irfan Fachruddin dan Kepala Sub Direktorat Mutasi Hakim, Haswandi Dt Rajo Rambaian. Serta, Sudarman Chatib, yang merupakan putra pejuang kemerdekaan dari Sumbar, Chatib Sulaiman.

Lebih lanjut Wali Nagari Situjuahbatua DV Dt Tan Marajo menyebut, dalam acara Situjuahbatua Baralek Gadang ini, partisipasi masyarakat dan perantau sangat tinggi. "Kami menaksir, nilai partisipasi masyarakat dalam acara yang berlangsung hingga 20 Januari ini, menembus Rp2,4 miliar atau setara dengan APB Nagari Situjuahbatua," kata Tan Marajo bersama Ketua Bamus Situjuahbatua Zulaidi.

Menurut Tan Marajo, tantangan yang dihadapi Situjuhbatua ke depan, semakin berat. Meski dalam Indeks Desa Membangun (IDM) yang diterbitkan Kemendes PDT pada 2019 lalu, Situjuahbatua berada pada peringkat pertama di Limapuluh Kota, dengan status desa mandiri. Namun, Situjuahbatua masih membutuhkan perhatian dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

"Kami juga akan terus pasang badan, bagaimana Peristiwa Situjuah 15 Januari 1949 sebagai mata rantai sejarah PDRI 1948-1948, tetap dikenang dalam sejarah panjangan perjalanan bangsa Indonesia. Para pejuang yang gugur dalam Peristiwa Situjuah, berjumlah 69 orang, paling banyak sepanjang sejarah PDRI, mendapat tempat terhormat bagi pemerintah. Seperti, Chatib Sulaiman, yang kami harapkan, dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," kata DV Dt Tan Marajo.

Ketua Panitia Dt. Paduko Sindo mengatakan 
"Sebanyak 47 Panghulu itu terdiri dari 11 orang Mangulipah, 29 orang mangambang nan talipek, 6 orang mangguntiang baju dan 1 orang manggungguang mambao tabang," sebutnya.

Mangulipah atau hidup bakurelaan, kata dia, adalah melanjutkan tanggung jawab dari panghulu yang masih hidup tapi diserahkan kepada yang lebih mampu. Sementara mangambang nan talipek adalah menggantikan gelar adat yang pemiliknya telah meninggal dunia.

"Mangguntiang baju adalah gelar adat baru, sementara manggungguang mambao tabang adalah gelar adat yang diberikan kepada satu kelompok atau suku yang telah lama menetap di Nagari Situjuah Batua," ujarnya.(Anton Cino)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.