bedah kasus

Bekerja ‘Dengan Lumpur’, Kualitas Pekerjaan CV. Aslam Family Konstruksi Diragukan


Padang, integritasmedia.com - GERAK cepat yang dilakukan Pemerintah Kota Padang, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang-nya dalam melaksanakan pembangunan dan peningkatan  insprastruktur di ‘kota bingkuang’ ini, patut diacungi jempol. Karena di Februari mereka telah memulai berbagai kegitannya.


Pasangan batu kali
Seperti pada pekerjaan Rehabilitasi/ Perbaikan Drainase Paket 8, di Batung Taba, Parak Laweh, yang dikerjakan oleh rekanan penyedia CV. Aslam Family Konstruksi dengan Nomor Kontrak, 14/KONT-SDA/APBD/PUPR/2020.

Walaupun begitu, banyak pihak meragukan akan kualitas dan mutu dari pekerjaan tersebut nantinya. Pasalnya, rekanan saat memulai pekerjaannya tidak membersihkan lokasi kerja dari lumpur sebagaimana mestinya.

Seperti yang diungkapkan Yones salah seorang mahasiswa asal kampung tersebut. Kepada integritas dia mengungkapkan rasa kekhawatirannya akan hasil pekerjaan itu dikemudian hari. Karena pada saat pekerjaan pasangan batu kali, para tukang dilihatnya langsung bekerja di atas lumpur. Begitu juga dengan timbunannya, mereka juga mengunakan lumpur yang diambil dari dalam saluran tersebut, akunya.

Penimbunan dengan lumpur
Karena mereka bekerja ‘bermainkan’ dengan lumpur tentunya kekuatan pasangan batu kali tersebut sangat diragukan kekuatannya, ungkapnya.

Apalagi sifat alami dari lumpur yang bisa mengering (menyusut), akan berujung pada bergesernya (bergeraknya) tanah disekitar pasangan batu kali itu. Tentunya hal ini sangat berpengaruh pada kedudukan pasangan tersebut, jelasnya.

Pendapat tersebut diperkuat oleh Trisno, ST, salah seorang pelaku konstruksi di Padang. Menurutnya, lumpur dan tanah liat adalah jenis aggregat dengan kekuatan yang rendah, semakin banyak kandungan dalam campuran beton maupun dalam campuran mortar maka kekuatan konstruksi akan semakin kecil.

"Semakin banyak jumlah lumpur dalam campuran, maka jumlah permukaan lumpur akan semakin banyak, sehingga akan membutuhkan semen yang semakin banyak untuk mengikat permukaan antar masing-masing agregat. Jika kita menggunakan komposisi yang tetap antara campura semen, pasir dan kerikil padahal jumlah lumpur melebihi yang disyaratkan makan kekuatan pengikatan akan berkurang," terangnya dengan rinci.

Pengerukan lumpur untuk timbunan
Ditambahkanya, lumpur dan tanah liat adalah material yang banyak menyerap air. Sehingga adukan beton bisa berubah, ketika beton masih muda, pengikatan antara semen dengan aggregat pasir ataupun kerikil akan terganggu.

Dan, penambahan air terhadap adukan beton akan membuat kekuatan beton tidak kuat dan kita akan mendapatkan hasil yang kurang baik. Penambahan air yang diizinkan terhadap campuran adalah maksimum 9% dari jumlah air dari komposisi yang direncanakan, terangnya Trisno mengakhiri.

Sementara itu salah seorang tukang yang tidak mau identitas dirinya ditulis kepada integritas mengatakan, “Bekerja dalam lumpur itu lebih gampang pak. Kita tinggal loncatkan saja batu kedalam saluran, batunya langsung terkubur. Jadi kita tidak perlu mengali lagi untuk koporannya,” ujarnya sembari berjalan untuk menjauh.

Sedangkan dari petinggi CV. Aslam Family Konstruksi sebagai rekanan pelaksana dalam pekerjaan ini, dan juga Fadelan Fitra Masta selaku Kabid SDA di Dinas PUPR Kota Padang sampai sekarang tidak juga memberikan konfirmasi mereka sehubungan dengan hal ini kepada integritas. (ha)

About integritasmedia2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.