Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

MITRA

Iklan

Iklan

iklan banner

Tag Terpopuler

Wartawan Diintimidasi Oknum Timses Wabup Rizki Kurniawan

Rabu, 17 Maret 2021 | Maret 17, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-03-17T14:51:24Z

 


Limapuluhkota, Integritasmedia.com - Hampir satu bulan dua pemimpin kepala daerah Kabupaten Limapuluhkota, Provinsi Sumatera Barat memimpin pembangunan di Luhak nan Bongsu. Perlakuan intimidasi dialami para Jurnalis (wartawan). Selasa 16/3.


Setelah dua jurnalis mendatangi Wakil Bupati, Rizki Kurniawan Nakasri sekitar jam 14.30, WIB untuk sebuah konfirmasi. 

Ketika sudah berada di ruang tunggu Wakil Bupati. Dua wartawan tersebut didatangi oknum yang diduga tim Sukses, dengan mengajukan pertanyaan dari mana dan ketika Pilkada 2020 memilih siapa.

Ada kesan oknum yang mengaku tim sukses itu terkesan ingin menghalang kedua wartawan untuk meminta konfirmasi kepada orang nomor dua di Kabupaten Lima Puluh Kota itu. 

Alhasil, kedua wartawan itu tidak berhasil masuk ke ruangan wakil bupati. Walaupun kedatangan keduanya adalah untuk menunaikan tugas dari pimpinan redaksi tempat wartawan tersebut bertugas. 

Heboh perlakuan tidak menyenangkan yang diterima kedua wartawan itu ternyata tidak hanya berakhir di kantor Bupati.

Rabu (17/3), sejumlah wartawan meradang. Pelecehan terhadap pekerja Pers itu menjadi pembicaraan di Balai Wartawan dan menimbulkan berbagai reaksi.

Wartawan TV yang bertugas di Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Ikhlasul Ihsan, menjawab pertanyaan tidak membantah  peristiwa yang tidak menyenangkan tersebut terjadi. 

"Memang benar, saat saya di ruang tunggu Wabup bersama dua wartawan lain ada oknum timses yang menanyakan dari mana dan pilihan saya pada Pilkada 2020 lalu," kata Ihsan.

Ichlasul menyebut, tujuannya bertemu dengan orang nomor dua di Kabupaten Lima Puluh Kota untuk menunaikan tugas dari pimpinan redaksi tempatnya bekerja.

"Karena telah terjadi peristiwa yang tidak menyenangkan, saya batalkan melakukan klarfikasi dengan wabup," katanya.

Menanggapi peristiwa itu, Sekretaris Balai Wartawan Luak Limopuluah, Rino Chandra menyesalkan adanya perlakuan intimidasi yang dilakukan oknum timses tersebut

"Secara prinsip jurnalis harus netral, sehingga pertanyaan dukung mendukung itu tidak pantas dilontarkan oleh orang-orang yang berada di sekitar Wabup," kata Rino.

Menurutnya, kedatangan wartawan ke ruangan Wabup itu menunaikan tugas jurnalis sesuai dengan arahan redaksi tempat mereka bekerja.

"Tindakan ini tentunya merusak citra Rizki Kurniawan sebagai Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota," tegas dia.

Sementara, Wakil Koordinator Balai Wartawan Luak Limopuluah, Mardikola Tri Rahmad juga mengeluarkan pernyataan keras atas tindakan tidak menyenangkan yang diterima wartawan.

"Yang jelas RIzki Kurniawan N adalah Wakil Bupati Lima Puluh Kota, milik warga Lima Puluh Kota dan bukan hanya milik oknum timses. Apalagi kawan-kawan Wartawan  datang menjalankan tugas jurnalis," tegasnya.

Nada yang sama juga meluncur dari mulut Anton Chino. Bedanya Anton mengapresiasi Bupati Tanah Datar.

"Satu hari setelah pelantikan. Bupati Datar", kata Anton, bersama Wakilnya langsung menggelar jumpa wartawan. Inilah yang membedakan dengan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Limapuluhkota, meski sudah satu bulan pasangan itu memimpin Kabupaten Limapuluhkota, namun duo kepala daerah itu tidak bergeming.

Untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi, timpal Wakil Koordinator BW Luhak Limopuluah itu, ia berharap kepala daerah memberikan edukasi terhadap orang-orang di sekitarnya maupun staff untuk dapat bekerja profesional dan tidak menutup ruang terhadap warga Lima Puluh Kota apalagi wartawan untuk melakukan konfirmasi. 

Sementara itu, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Rizki Kurniawan N yang dikonformasi terkait peristiwa itu mengaku tidak mengetahuinya. 

"Carilah siapa oknumnya. Karena semua orang bisa mengaku timses. Di pintu masuk ruangan saya ada Eko, Buya, Mulyadi, dan Doni," katannya melalui pesan singkat WhatsApp.

Menurutnya, staff yang resmi di ruangannya adalah empat orang. Selain orang-orang itu tidak ada staff resmi.

"Yang lain saya tidak tahu. Silahkan konfirmasi ke orang bersangkutan saja," pungkasnya. (rel/ah/tim)

Liputan Khusus

Bedah Kasus

Pendidikan

Hukum dan Kriminal

×
Berita Terbaru Update