Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

MITRA

Iklan

Iklan

iklan banner

Tag Terpopuler

Didampingi Anggota DPR-RI Rezka Oktoberia, Rombongan Bupati Bergerak Menuju Nagari Galugua

Kamis, 01 April 2021 | April 01, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-04-02T01:16:01Z


50 KOTA, Integritasmedia.com- Jumat (2/4) pagi ini rombongan Bupati Limapuluhkota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo beserta rombongan meluncur ke Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX . Ini merupakan hari yang teristimewa bagi Nagari Galugua. Kenapa tidak, nagari terjauh, terluar dan tertinggal tersebut didatangi oleh pejabat negara yang terdiri dari Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dan anggota DPR-RI Rezka Oktaberia.

Jumat (2/4) pagi sekitar pukul 06.30 Wib, rombongan yang juga diiringi oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau dinas, sudah berjalan menuju nagari paling ujung Kabupaten Limapuluh Kota tersebut.

Seperti apa jadwal kunjungan rombongan ke Nagari Galugua tersebut, belum ada informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. 

"Rombongan baru saja berangkat. Ada banyak yang ikut bersama Pak Bupati Safaruddin ke Galugua," ucap salah seorang sumber terpercaya.

Jauh-jauh hari, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin sudah menjadwalkan dirinya untuk mendatangi Nagari Galugua. Karena banyaknya agenda penting, barulah awal April ini politisi Golkar tersebut bisa mendatangi nagari di Kapur IX tersebut.

Nagari Galugua, merupakan salah satu nagari yang tertinggal dari 79 nagari lainnya di Kabupaten Limapuluh Kota. Akses jalan masuk ke perkampungan setempat sangat memprihatinkan. Tak ditemukan, jalan beraspal di disana.

Yang ada hanya jalan tanah dengan bebatuan yang menonjol sebesar dengkul ditebing dan lereng perbukitan. Apabila hujan turun, medan kesana sangatlah ekstrim. Licin, berlumpur dengan tikungan-tikungan tajam.

Padahal, jalan itu merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat Nagari Galugua untuk berinteraksi ke pusat kecamatan dan kabupaten. Seperti untuk membeli bahan kebutuhan pokok atau menjual hasil kebun. Sebab, kampung berjulukan "Nagari Petro Dollar" itu, tidak memiliki lahan untuk bertanam kebutuhan pangan.

Tidak perlu diguyur hujan lebat, gerimis saja, nagari kami sudah terisolasi. Kondisi sulitnya mobilisasi angkutan barang ke Galugua telah kami rasakan bertahun-tahun.

Ya, Galugua adalah salah satu kampung terpencil di bagian timur Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Di sana, hampir seluruh masyarakatnya berprofesi sebagai petani gambir. Kebutuhan pangan seperti beras dan sembako, sangat bergantung dari hasil penjualan gambir.Walaupun disebut dengan Nagari Petro Dollar, namun akses jalan tidak memadai,dan ini perlu penanganan yang serius dari Pemkab Limapuluhkota dan Pemprof Sumbar, jarena jalan merupakan urat nadi perekonomian.

 (Antoncino)

Liputan Khusus

Bedah Kasus

Pendidikan

Hukum dan Kriminal

×
Berita Terbaru Update