![]() |
| Es tebak (Foto-Berbagai Sumber) |
Padang, integritasmedia.com - ES Tebak—minuman tradisional dari Sumateta Barat yang mirip es campur, namun memiliki keunikan tersendiri dari dulu sampai saat sekarang telah menjadi salah satu minuman favorit yang selalu dicari saat cuaca panas. Apalagi di bulan puasa, kehadiran segelas Es ini yang manis dan menyegarkan tentu sangat menggoda, sebagai minuman untuk berbuka puasa.
Ciri khas dari es ini terletak pada bahan utamanya yang disebut "tebak". Tebak adalah adonan kenyal yang menyerupai cendol, namun berwarna putih dan memiliki tekstur lebih lembut. Tebak dibuat dari campuran tepung beras ketan dan tepung sagu, yang dimasak hingga mengental, kemudian dicetak memanjang dengan bentuk tipis menyerupai mie. Setelah dingin, tekstur tebak menjadi kenyal dan menyatu sempurna dengan kuah manis yang melengkapinya.
Es Tebak tidak hanya mengandalkan tebak sebagai daya tarik. Minuman ini biasanya disajikan bersama kolang-kaling, tape ketan hitam, cincau hitam, dan potongan roti tawar. Kombinasi bahan-bahan ini membuat setiap suapan menghadirkan sensasi berbeda: kenyal, manis, dan gurih dalam satu waktu.
Yang membuat Es Tebak semakin menggugah selera adalah kuahnya yang legit. Kuah ini merupakan campuran dari santan, sirup merah, dan susu kental manis, menghasilkan rasa yang manis-gurih khas minuman tradisional. Untuk penyajian, seluruh isian disiram kuah santan manis ini dan ditambahkan es serut atau es batu yang dihancurkan halus di atasnya, membuatnya semakin segar.
Kepopuleran Es Tebak semakin terasa ketika memasuki bulan Ramadan. Di berbagai sudut kota dan pasar pabukoan (pasar takjil), Es Tebak selalu menjadi salah satu minuman yang paling cepat habis dibeli. Warga Sumatera Barat kerap menjadikannya sebagai pelepas dahaga pertama setelah seharian berpuasa.
Sebagai bagian dari kuliner lokal, Es Tebak tidak hanya menghadirkan kelezatan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya Minangkabau. Racikan bahan-bahan tradisional yang digunakan mencerminkan kearifan lokal dalam mengolah bahan sederhana menjadi sajian istimewa.
Segelas Es Tebak bukan hanya pelepas dahaga, tapi juga cerminan rasa, tekstur, dan tradisi yang terjaga dari generasi ke generasi. Menikmatinya bukan sekadar mencicipi minuman, tapi juga mengenal lebih dekat warisan kuliner Minang yang penuh warna.(ER/HA)
#SumateraBarat #RanahMinang #KulinerUnik #EsTebak #Segar #LamakBana

Posting Komentar