Limapuluhkota, Memperingati haul ke-77 Datuk Ibrahim Tan Malaka digelar di Jorong Pandam Gadang Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat. Tokoh revolusioner dan intelektual Indonesia asal Nagari Pandam Gadang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat ini, diperingati serta dihadiri langsung oleh Bupati 50 Kota H.Safni dan Ahlul Badrito Resha, Pendiri sekaligus ketua Yayasan Ibratama Ferizal Ridwan, Deni Astra,Khairul Apit,Desmar Ayudi, serta pengurus lainnya, Minggu ( 22/2/2026)
Tampak juga dihadiri oleh Anggota DPRD 50 Kota Dodi Arestu Dari Fraksi Demokrat, Esi Asmawati dari Fraksi Nasdem,walinagari Pandam Gadang Devi Surya serta sejumlah para elemen tokoh seni budaya lainnya yang menghadiri Haul 77 Tan Malaka.
Acara ini berlangsung khidmat. Refleksi haul ke-77 Tan Malaka diisi dengan Tabur bunga oleh Bupati dan wakil 50 Kota dengan pembacaan doa sebagai tanda penghormatan jasa yang beliau berikan untuk negara.
Ketua Yayasan Ibratama Ferizal Ridwan mengatakan, peringatan Haul ke-77 Datuk Ibrahim Tan Malaka diadakan bukan sekadar mengenang seorang revolusioner, tetapi juga merefleksikan gagasan dan perjuangannya dalam membangun bangsa.
” Haul Ibrahim Tan Malaka ke 77 kali ini merupakan sejarah baru karna pertama kali dihadiri langsung Bupati dan wakil Bupati 50 Kota “.
Lebih lanjut Tan Malaka bukan hanya tokoh pergerakan kemerdekaan, tetapi juga pemikir yang meletakkan dasar penting bagi cara berpikir kritis melalui karyanya Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika),” kata pria yang akrab disapa Buya Feri serta mantan wakil Bupati 50 Kota ini.
Kami berharap kepada pemerintahan kabupaten 50 Kota bisa Ada perhatian khusus serta mengusulkan agar agenda Taul Tan Malaka menjadi agenda tahunan yang sellalu diperingati bersama pemerintahan Kabupaten 50 Kota sebagai penghargaan tertinggi atas jasa jasa beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan negara republik Indonesia.
Ketua Yayasan Ibratama menjelaskan, dalam Madilog, Tan Malaka menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa harus didasarkan pada pemikiran rasional dan metode ilmiah, bukan sekadar dogma atau mitos.
Devi Surya selaku Walinagari Pandam Gadang juga memberikan sambutan serta apriasiasi langkah serta mengusulkan Haul Tan Malaka bisa diperingati tiap tahunnya karena Tan Malaka merupakan putra Asli kabupaten 50 Kota yang berasal dari Nagari Pandam Gadang, sekiranya menjadi pertimbangan khusus dari pemerintahan 50 kota maupun provinsi Sumatera Barat,” ulasnya.
Bupati 50 Kota Safni dalam sambutan setelah 53 tahun berlalu baru Kali ini Ia bisa datang dan turut hadir di rumah perjuangan Tan malaka ini, bupati berharap kedepannya sejarah sosok Tan Malaka sellalu dikenang serta diperingati secara khusus.
“Haul ini bukan hanya momen penghormatan, tetapi juga ajakan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Tan Malaka untuk berpikir mandiri, kritis, dan berani melawan ketidakadilan demi kemajuan bangsa yang lebih rasional dan berkeadaban,” paparnya.
Haul peringatan hari wafat Tan Malaka (21 Februari 1949) juga rutin diadakan oleh pemerintahan Kediri sebagai tanda Penghormatan atas pengorbanan tehadap bangsa dan negara. Dirumah kelahiran di Pandam Gadang ini,menjadi simbol perjuangan beliau yang dijuluki sebagai “Bapak Republik Indonesia” dan salah satu pemikir paling berani dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia.



Posting Komentar