![]() |
| Bika Talaho, tungko pembakaran adonan Bika Talago dan salahsatu kedai bika di kawasan Koto Baru. (Foto-bgs dan integritasmedia) |
Tanah Datar, integritasmedia.com - KEINDAHAN alam tak akan habis-habisnya untuk dinikmati saat kita menyusuri jalan Padang-Bukittinggi. Namun, ada pemandangan unik bila kita sudah memasuki kawasan Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar.
Disepanjang jalan itu, kita akan melihat jejeran warung sederhana bernuansa tempo dulu penuh asap yang menebarkan aroma khas "Bika".
Ya...Bika Talago. Itu adalah aroma khas dari kuliner tradisional Ranah Minang. Salah satu rekomendasi kuliner yang wajib di "icip-icip" saat berkunjung ke Sumatera Barat.
Bika adalah jajanan tradisional khas Sumatera Barat yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, dan gula pasir atau gula merah. Kue ini memiliki tekstur yang empuk di dalam dan sedikit garing di bagian luar dengan rasa manis gurih yang khas
Kudapan legendaris ini sangat disukai semua kalangan karena rasa dan teksturnya bikin lidah nagih untuk menyantapnya. Apalagi bila disajikan panas-panas langsung dari tungku tradisional yang ada di setiap pondok-pondok Bika di kawasan Koto Baru itu. Bahkan, kelezatan kue ini paling pas disantap bersama minuman hangat khas Minang, seperti secangkir kopi, teh, atau kawa daun.
Saat menyantap Bika Talago memberikan sensasi unik berupa perpaduan tekstur lembut dan creamy di dalam dengan kulit luar yang garing. Keunikan sensasi menikmati kudapan legendaris ini meliputi:
Keunikan rasa dan aroma khas tersebut bermula dari proses memasak yang masih tradisional. Bika dimasak menggunakan tungku kayu bakar, menghasilkan aroma harum alami yang khas.
Perpaduan rasa manis legit dan gurihnya parutan kelapa asli yang meleleh di mulut. Walaupun begitu, untuk mengikuti permintaan pasar kini Bika Talago telah hadir dengan varian rasa dan isian, seperti varian original (gula pasir) yang gurih serta varian cokelat (gula aren dengan tambahan pisang) yang legit.
Kenapa dinamakan Bika Talago, karena di belakang kios-kios bika itu terdapat talago (Telaga). Warung warung ini sudah ada sejak tahun 1990-an. Dan, dari dulu konsep warungnya masih tetap seperti itu. Sederhana, tidak dirobah biarpun sudah banyak pengunjungnya.
Jadi selain dapat nikmatnya menyantao Bika Talago, suasana estetik zaman dulu juga dapat saat mampir di kedai-kedai bika yang berjejer di sepanjang jalan.
Dan, untuk menandai bahwa pondok Bika Talago buka adalah kepulan asap dari pembakara adonan bika di tungku kayu api.(hen)
#SumateraBarat #RanahMinang #WisataAlam #Kiliner #BikaTalago #KotoBaru #TanahDatar #LamakBana

Posting Komentar