Wakapolres Pessel Jadi Khatib Jumat, Serukan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Demi Wujudkan Kamtibmas Kondusif

 



Painan, Pesisir Selatan – Wakapolres Pesisir Selatan, Kompol Syafrizen, S.H., Datuk Rang Batuah, bertindak sebagai khatib Jumat di Masjid Nurul Hidayah Polres Pessel, Jumat 1/5/2026. Khutbah mengangkat tema _Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.


Di hadapan jamaah personel Polres Pessel dan masyarakat, Kompol Syafrizen mengutip ,QS. Ali ‘Imran ayat 104:  

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

 

Untuk menguatkan pesan, Wakapolres menyampaikan sebuah hikayat. Dikisahkan seorang kiai berdiri di pintu surga lalu ditanya malaikat. Kiai itu meminta malaikat menunggu karena ada polisi di belakangnya. 


“Kalau kiai/ustaz hanya dapat satu amal yaitu mengajak kepada kebaikan, sedangkan polisi di samping mampu mengajak kebaikan juga mampu mencegah kemungkaran. Jadi polisi dapat dua. Maka polisi lebih dulu masuk surga dari kiai/ustaz,” tutur Kompol Syafrizen disambut senyum jamaah.


Ia menegaskan, tugas umat Rasulullah SAW bukan hanya mengajak kebaikan tetapi juga mencegah kemungkaran. “Semoga kita semua tergolong hamba yang mampu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, sehingga menjadi hamba yang beruntung.”


Wakapolres juga mengingatkan ancaman Allah bagi yang membiarkan kemungkaran di depan mata. Ia membacakan ,QS. Al-Maidah ayat 78-79:  

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.


“Jadi tanggung jawab amar ma’ruf nahi mungkar bukan hanya ustaz dan polisi saja, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.


Tungku Tigo Sajarangan Kunci Kamtibmas, 

Mengaitkan dengan budaya Minangkabau, Kompol Syafrizen menyebut filosofi , Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)  harus dihidupkan. 


Ia mengajak unsur _Tungku Tigo Sajarangan_ yakni Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, serta Bundo Kanduang untuk bersinergi. 


Saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Saiyo sakato, saayun salangkah. Duduk surang basampik-sampik, duduk basamo balapang-lapang. Bulek ayie dek pambuluah, bulek kato dek mupakat, pesannya.


Jika nilai luhur itu dijalankan dan setiap masalah diselesaikan lewat musyawarah mufakat, Wakapolres optimistis Pesisir Selatan bisa capai:  

Zero balap liar, zero tawuran, zero miras dan narkoba, serta terhindar dari seks menyimpang, perzinaan, selingkuh, dan bahaya LGBT.


“Insya Allah akan tercipta kamtibmas yang kondusif di seluruh nagari Pesisir Selatan,” tutup Kompol Syafrizen.


Khutbah ditutup dengan doa untuk keamanan negeri dan keselamatan personel Polri yang bertugas.

Post a Comment

أحدث أقدم