Evaluasi Pelaksanaan Program MBG di Kota Padang, Wako Fadly Amran: Bermanfaat Bagi Kelompok Penerima dan Mampu Menggerakkan Perekonomian Masyarakat

Walikota Padang, Fadly Amran memimpin rapat evaluasi pelaksanaan MBG di Aula Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang. (Foto-mc pdg)


Padang, integritasmedia.com - WALIKOTA Padang, Fadly Amran, memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Padang di Aula Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (17/6/26).


Rapat evaluasi ini menjadi forum koordinasi untuk memperkuat kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus memastikan keberlanjutan program prioritas nasional tersebut berjalan lancar di Kota Padang.


Dalam arahannya, Fadly Amran menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha dan produsen lokal dalam rantai pasok pangan.


Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh operasional dapur MBG, tetapi juga didukung oleh sistem pendataan yang akurat, mulai dari kebutuhan masing-masing SPPG, ketersediaan bahan baku, pola distribusi, hingga respons masyarakat terhadap program tersebut.


“Program MBG merupakan agenda besar negara. Karena itu, seluruh SPPG dan perangkat daerah harus saling mendukung untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan penerima manfaat lainnya melalui layanan yang berkualitas,” tegas Fadly Amran.


Fadly juga mendorong seluruh SPPG di Kota Padang untuk mempersiapkan diri menghadapi sistem penilaian atau grading yang akan diterapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ia berharap seluruh dapur MBG mampu memenuhi standar terbaik dari aspek mutu layanan, kebersihan, keamanan pangan.


Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh operasional dapur MBG, tetapi juga didukung oleh sistem pendataan yang akurat, mulai dari kebutuhan masing-masing SPPG, ketersediaan bahan baku, pola distribusi, hingga respons masyarakat terhadap program tersebut.


“Program MBG merupakan agenda besar negara. Karena itu, seluruh SPPG dan perangkat daerah harus saling mendukung untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan penerima manfaat lainnya melalui layanan yang berkualitas,” tegas Fadly Amran.


Fadly juga mendorong seluruh SPPG di Kota Padang untuk mempersiapkan diri menghadapi sistem penilaian atau grading yang akan diterapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ia berharap seluruh dapur MBG mampu memenuhi standar terbaik dari aspek mutu layanan, kebersihan, keamanan pangan, hingga tata kelola operasional.


Selain itu, ia menekankan pentingnya standardisasi rantai pasok bahan baku agar pasar tradisional, pelaku UMKM, petani, nelayan, dan peternak lokal dapat menjadi bagian dari ekosistem pemasok pangan yang memenuhi standar Program MBG. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.


Wali Kota Padang tersebut juga meminta Perumda Air Minum dan OPD terkait memastikan seluruh dapur SPPG memiliki akses air bersih yang memadai. Di samping itu, ia mengingatkan seluruh yayasan dan pengelola SPPG untuk mematuhi ketentuan daerah terkait pembangunan gedung dan pemanfaatan lahan.


“Saya berharap pembangunan dan pengembangan SPPG berjalan sesuai aturan. Program prioritas tetap harus berjalan, namun keselamatan, ketertiban tata kota, dan kepatuhan terhadap regulasi tidak boleh diabaikan,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Padang, menjelaskan bahwa evaluasi pelaksanaan Program MBG dilakukan secara rutin dan komprehensif setiap bulan. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan bahan baku, operasional dapur, hingga pelayanan kepada penerima manfaat.


Alfiadi mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 72 SPPG telah beroperasi di Kota Padang atau sekitar 75 persen dari target 96 SPPG yang ditetapkan. Pemerintah Kota Padang menargetkan kekurangan 24 SPPG dapat terpenuhi dalam dua hingga tiga bulan ke depan.


Ia menambahkan, pelaksanaan Program MBG di Kota Padang sejauh ini berjalan relatif baik dan terus menunjukkan perkembangan positif.


“Kita terus mengawal kualitas pelaksanaan MBG. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, seluruh SPPG di Kota Padang harus menjadi yang terbaik, sejalan dengan semangat Program Unggulan (Progul) Padang Juara,” pungkas Alfiadi.


Melalui evaluasi rutin ini, Pemerintah Kota Padang berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin optimal, berkualitas, dan memberikan manfaat yang luas bagi peningkatan gizi masyarakat sekaligus penguatan ekonomi daerah.


Rapat tersebut tirut dihadiri oleh Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Kota Padang, Utami Yuliani Amir mewakili Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (PJPH) Provinsi Sumatera Barat Ikrar Abdi, Kepala BPS Kota Padang Dessi Febriyanti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal, sejumlah kepala OPD terkait, serta para kepala SPPG dan perwakilan yayasan mitra SPPG di Kota Padang.(humas/hen)


#PemkoPadang #WalikotaPadang #MBG #SPPG

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama