Batusangkar,IntegritasMedia.com Menjelang pelaksanaan Open Race Pacu Kuda di Gelanggang Dang Tuanku, Bukit Gombak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada tanggal 18-19 Oktiber 2026, kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian.
Asap yang bergelantung di udara kawasan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi kualitas udara dan kenyamanan pengunjung yang akan menyaksikan ajang pacu kuda. Open Race Pacu Kuda merupakan salah satu kegiatan olahraga tradisional yang dinantikan masyarakat.
Selain menjadi hiburan bagi pecinta pacuan kuda, kegiatan ini juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pedagang kecil dan pelaku usaha di sekitar gelanggang. Namun, kondisi lingkungan menjelang pelaksanaan kegiatan perlu menjadi perhatian serius. Apabila kabut asap semakin pekat, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, joki, pemilik kuda, panitia, serta pengunjung patut diantisipasi ". Ujar Afri Mulyadi yang akrab disapa busser.
" Ditambahkannya Kualitas udara yang buruk akibat asap dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, dan ketidaknyamanan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Karena itu, panitia pelaksana bersama pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan melakukan pemantauan kualitas udara sebelum kegiatan berlangsung. Langkah antisipasi perlu disiapkan agar pelaksanaan pacu kuda tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan seluruh pihak yang terlibat.
Di sisi lain, masyarakat juga berharap adanya informasi resmi mengenai kondisi udara di sekitar Gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak. Informasi tersebut penting agar pengunjung dapat menentukan langkah pencegahan sebelum mendatangi lokasi kegiatan ".Pungkasnya
Lanjutnya lagi, pacu kuda merupakan bagian dari tradisi olahraga yang memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat Tanah Datar. Akan tetapi, pelestarian tradisi dan penyelenggaraan kegiatan berskala besar perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kondisi lingkungan.
Jika kabut asap masih menyelimuti kawasan gelanggang, panitia dan pihak berwenang perlu mempertimbangkan langkah yang tepat berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara serta kondisi di lapangan. Ia berharap Open Race Pacu Kuda dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan meriah, tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan publik ". Harapnya
Sementara itu Ketua Pelaksana Bayu. SE.Sy, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat, mengatakan, " Adapun kegiatan Open Race Pacu kuda
1. Agenda kegiatan ini telah direncanakan dari jauh hari,, dan awalnya di rencanakan kegiatan ini dinamakan piala gubernur, tapi karena sesuatu tidak jadi dan di robah menjadi piala bupati
2. Terkait pelaksanaan kegiatan ini panitia & pordasi pada awal bulan kemaren telah bersepakat untuk tetap melaksanakan, karena pertimbangan jadwal sudah di ambil, kuda sudah ada yang datang dan masyarakat pun sudah mulai membuat tribune dan tempat berjualan di sekitar lapangan pacu kuda,, sehingga nanti kalau di batalkan akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar & para pemilik kuda yang sudah datang le lokasi.
3. Terkait dengan langkah panitia untuk menyikapi terkait dengan kabut asap, dan juga PJJ ini dengan memberikan himbauan kepada masyarakat yang hendak menonton pacuan kuda pada tanggal 18 / 19 ini, agar memakai masker & memperbanyak konsumsi air putih agar bisa sedikit mengurangi dampak dari kabut asap yang terjadi". Tutup Bayu
Pewarta : Bonar Surya

إرسال تعليق